detikcom

Ticketing Mandala Air Bandara Polonia Medan Tidak Ramah

Tomy Irwansyah - suaraPembaca
Kamis, 06/05/2010 08:37 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Pada hari Minggu 2 Mei 2010 saya melakukan perjalanan menggunakan pesawat Mandala Airlines dari Medan ke Padang. Sebelumnya saya melakukan pemesanan via internet dengan metode pembayaran menggunakan SMS Banking BNI.

Ternyata setelah saya ke kounter Ticketing Mandala Air di Bandara Polonia Medan status pembayaran yang saya lakukan dengan SMS Banking tidak berhasil dan tiket saya dibatalkan sepihak oleh Mandala. Padahal di HP saya sudah 'confirmed' terbayar dan setelah saya cek saldo rekening saya pun sudah terpotong. Saya sedikit kecewa hari itu mengingat hari Senin saya sudah harus masuk kerja.

Saya pun komplain terhadap Customer Service di kounter ticket yang waktu itu bertugas Nona Fara Fajrina saya mengutarakan kekecewaan saya. Komplain saya terhadap tidak beresnya atau gagalnya sistem bayar Mandala tapi malahan Mbak Fara yang ngotot dan 'nyolot' bahwa kesalah bukan di pihak Mandala tapi BNI. Saya sebagai customer tidak mau tahu dengan BNI sebab yang saya tahu saya berurusan dengan Mandala.

Saya pun terpaksa membeli tiket baru dengan selisih harga lebih tinggi dari pembelian sebelumnya yang lagi-lagi akibat kesalahan Mandala saya menanggung biaya kelebihannya. Hanya saja terus terang saya masih dongkol sekali dengan adu argumen dan 'ngototnya' Mbak Fara.

Mohon pihak Mandala bisa mengajarkan tata santun yang lebih profesional dalam menghadapi customer mengingat Mandala adalah katanya Maskapai penerbangan kelas Eropa. Saya harapkan 'Standar Eropa' bisa diadopsikan mulai dari level atas sampai ke level bawah dengan menerapkan pelayanan yang ramah.

Saya mohon agar refund ticket yang saya ajukan secepatnya bisa digantikan. Mudah-mudahan pelayanan Mandala ke depannya lebih baik lagi. Terima kasih.

Tomy Irwansyah
Jl Khatib Sulaiman Padang
tomyirwansyah@yahoo.com



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?