detikcom

Semula Migrasi Pra Bayar PLN Gratis Ternyata Bayar

Muhammad Sulthon - suaraPembaca
Selasa, 11/05/2010 16:14 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Saya melakukan permintaan migrasi penggunaan meter pasca bayar ke meter pra bayar. Saya berminat karena PLN menawarkan untuk migrasi pada bulan Maret digratiskan.

Lalu saya mendaftar di PLN Menganti dengan nomor agenda: B 51163 20100330 0128 pada tanggal 30/03/2010. Pemasangan tidak bisa langsung dilaksanakan karena meter belum tersedia. Hingga satu bulan saya menunggu tidak ada kabar.

Lantas saya menghubungi petugas setempat. Alangkah kagetnya saya harus membayar administrasi, biaya meter, dan lain-lain. Semula yang mereka informasikan gratis saya harus bayar ratusan ribu. Mana mungkin saya lakukan.

Saya mohon penjelasan PLN.

Muhammad Sulthon
Menganti Permata Indah Blok H 24
Putat Lor Gresik
su1t0n@yahoo.com
0811377262



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?