detikcom

Tanggapan Batas Akhir Pembayaran TELKOM untuk Bapak As Taufik

Prijo Wikanto - Secretary & Administration - suaraPembaca
Selasa, 25/05/2010 08:22 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Menanggapi surat pembaca Bapak As Taufik yang dimuat Online Detik.Com tanggal 14 Mei 2010 dengan judul "Mohon Tanggapan TELKOM Mengenai Batas Akhir Pembayaran Tagihan", atas nama Manajemen TELKOM Jakarta, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan TELKOM yang Bapak rasakan.

Dapat kami jelaskan untuk Bapak As Taufik bahwa telepon sudah berfungsi kembali seperti semula, hal ini sudah dipastikan dengan Ny. As Taufik tanggal 17 Mei 2010 dan TELKOM telah menjelaskan pemasalahan dimaksud sehingga yang bersangkutan dapat menerima penjelasan tersebut. Dengan demikian permasalahan ini telah diselesaikan dengan baik

Sekaligus kami sampaikan bahwa TELKOM sangat mengapresiasi setiap masukan dan kritik dari pelanggan, dalam rangka peningkatan layanan kami di masa mendatang. Hal ini juga sudah menjadi komitmen bagi perusahaan untuk selalu mengutamakan pelanggan terlebih dahulu, sesuai dengan nilai-nilai perusahaan untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kepercayaan Bapak kepada TELKOM kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Prijo Wikanto
Secretary & Administration DCS.1 REG.2 Jakarta
PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?