detikcom

Pengalaman di RM Mang Engking Telaga Arwana Cibubur

S Yudhatama - suaraPembaca
Selasa, 01/06/2010 12:28 WIB
Jakarta - Hari Jumat tanggal 28/05/2010 jam 13.30 WIB kami sekeluarga beserta keluarga adik-adik kami bersantap di RM Mang Engking Telaga Arwana Cibubur. Kami mendapat tempat di Saung G.5. Terus terang kami sangat puas atas pelayanan yang cepat serta sedapnya makanan yang dihidangkan kepada kami sehingga semua ludes kami santap tanpa sisa kecuali nasi yang tinggal sedikit.

Pada saat membayar tagihan di kasir saya terutama mendapat pengalaman yang kurang enak. Akibat perlakuan petugas kasir yang namanya kurang saya perhatikan namun pada waktu itu dia satu-satunya petugas kasir yang memakai jilbab. Setelah memperhatikan tagihan pembayaran ada tagihan berupa otak-otak ikan yang sebetulnya kami tidak memesannya namun tercantum dalam tagihan pembayaran.

Pada saat saya mempertanyakan pada petugas kasir tersebut dengan ketusnya dia menjawab, "di catatan ada, Pak," sambil memperlihatkan cacatan tersebut kepada saya. Kemudian saya sarankan menanyakan kepada petugas yang melayani pemesanan kami. Namun, entah baru sibuk atau pura-pura sibuk, tanpa melihat saya dia jawab, "sebentar, Pak", dan saya dibiarkan untuk menunggu.

Setelah beberapa saat baru ditanyakan kepada petugas yang melayani kami. Dan, ternyata benar bahwa saya tidak memesan otak-otak ikan tersebut. Selanjutnya saya membayar tagihan pembayaran dan yang saya sesalkan tidak ada sedikit pun pernyataan minta maaf dari petugas kasir yang bersangkutan atas kejadian tersebut. Apabila saya tidak teliti mungkin saya telah membayar makanan yang tidak kami makan sebelumnya.

Dengan pengalaman saya ini mudah-mudahan manajemen RM Mang Engking dapat memperbaiki kinerja pelayanan terhadap pelanggan. Terima kasih.

S Yudhatama
Taman Pesona Cirendeu B/14
Cirendeu Ciputat Tangerang Selatan
s.yudhatama@gmail.com
0818845019



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Rabu, 20/05/2015 07:19 WIB
    Penggiat Buku untuk Kebangkitan Nasional
    Arah perjalanan awal kebangkitan nasional dipelopori Van Ophuijsen atau dikenal Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Soetomo dan digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%
Poling Index »

Puaskah Anda terhadap kinerja DPR sekarang?