detikcom

BCA atau Indosat IM3 yang Bertanggungjawab

Slamet Abdul Rosid - suaraPembaca
Jumat, 09/07/2010 10:05 WIB
Jakarta - Saya melakukan isi pulsa melalui ATM BCA Menara Thamrin pada tanggal 29 Juni 2010 pukul 08:33 WIB. Proses transaksi di ATM berjalan lancar dengan keluarnya struk BCA. Asumsi saya pulsa tentunya akan masuk dengan baik ke HP.

Tetapi, ternyata saya tunggu sampai 1 x 24 Jam belum masuk juga. Saya melakukan dua kali transaksi pengisian pulsa dalam waktu yang bersamaan dengan perincian sebagai berikut: Rp 150,000 pada jam 08:33:59 dan Rp 50,000 pada jam 08:34:29. Pulsa yang masuk lebih dulu adalah Rp 50,000. Sedangkan pulsa yang 150,000 tidak pernah masuk hingga saat ini.

Saya Sudah melakukan komplain ke BCA melalui HaloBCA pada hari itu juga. Tetapi, diminta untuk menunggu 1 x 24 Jam untuk melaporkan jika tidak ada pulsa yang masuk juga.

Oleh karena saya butuh sekali pulsa akhirnya melalui fasilitas KlikBCA saya melakukan isi pulsa Rp 150,000 hari itu juga sekitar Pukul 10.00 WIB. Anehnya yang ini langsung masuk. Apakah Proses yang berurutan menyebabkan BCA atau Indosat mengidentifikasi bahwa prosesnya dianggap sama?

Setelah 1 x 24 jam akhirnya melakukan komplain ke BCA karena tidak kunjung juga masuk pulsa yang dijanjikan. Dengan nomor Komplain: 11111448 dan dijanjikan pulsa akan ditransfer sebesar Rp 150,000 dan saya disuruh menunggu paling lama 7 hari kerja.

Pada tanggal 6 Juli 2010 saya melakukan pengecekan ke HaloBCA dengan menanyakan status komplain saya dan diperoleh jawaban dari petugas bahwa: dari e-mail yang dikirim Indosat bahwa pihak Indosat telah mengirim atau men-top up sebesar Rp 150.000 pada tanggal 29 Juni 2010 pukul 15.30 WIB. Tetapi, di HP saya pulsa itu tak pernah sampai hingga saat ini. Saya disarankan untuk menghubungi Indosat dan menanyakan langsung bahwa top up yang disampaikan tidak pernah masuk.

Kesimpulannya semua pihak saling lempar tanggung jawab dan konsumen yang jadi korban. Untuk semua pengguna harap berhati-hati. Usahakan pengisian pulsa jangan berurutan tapi ada jeda dan kita cek terlebih dahulu baru kemudian isi lagi. Kepada pihak-pihak yang terkait mohon bantuannya. Terima kasih.

Salam,
Slamet Abdul Rosid
Jl Wijaya II Blok H-33 Jakarta Selatan
slamet@gmail.com
085691957094


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Rabu, 20/05/2015 07:19 WIB
    Penggiat Buku untuk Kebangkitan Nasional
    Arah perjalanan awal kebangkitan nasional dipelopori Van Ophuijsen atau dikenal Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Soetomo dan digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%
Poling Index »

Puaskah Anda terhadap kinerja DPR sekarang?