detikcom

Mahal dan Lama Pemasangan Listrik Baru di PLN Cibinong

Yugi - suaraPembaca
Jumat, 08/10/2010 10:54 WIB
Jakarta - Pada hari Jumat tanggal 1/10/2010 saya datang ke PLN Cibinong untuk melakukan pendaftaran pasang baru listrik daya 900 watt. Tapi, ternyata pas sampai di Kantor PLN semua pegawai sedang melakukan senam bersama. Tidak berapa lama saya dihampiri oleh seorang Petugas Keamanan (Satpam) yang sedang bertugas pada pagi itu yang bernama Bapak Yusuf.

Satpam ini menanyakan maksud dan tujuan saya datang ke PLN Cibinong. Saya mengatakan saya ingin mengajukan pendaftaran listrik baru. Satpam itu juga menanyakan, "Bapak sudah bawa syarat-syaratnya? Yaitu fotokopi rekening terdekat dan fotokopi KTP (kartu tanda penduduk)".

Memang kebetulan baru pertama kali saya mendaftar pasang listrik baru. Jadi, saya tidak membawa. Lalu Bapak Satpam itu memberitahu untuk biaya pasang baru daya 900 watt itu Rp 1,050,000 dan kurang lebih untuk menyalanya satu bulan (lumayan kaget saya, lama betul ya).

Tidak berapa lama Satpam tersebut mengatakan ke saya, "mau di bantu Pak?" Iseng-iseng saya bertanya, "kalau dibantu itu berapa lama dan berapa harganya?" Kata Bapak Satpam, "harganya kurang lebih Rp 1,600,000 untuk waktunya saya bisa usahakan tidak lebih dari dua minggu". Yang ingin saya tanyakan kepada pihak PLN adalah:

1. Apakah betul untuk biaya pasang litrik daya 900 watt itu 1,050,000. 
2. Apakah betul untuk pemasangan normal sebegitu lamanya hingga satu bulan menyala.
3. Apakah ini semua permainan. Seorang Satpam saja bisa mengusahakan dua minggu menyala. Berarti seharusnya bagian yang berkompeten di bidangnya itu harus lebih bisa mengusahakan menyala lebih cepat daripada seorang Satpam dan dengan harga yang resmi dikeluarkan oleh PLN.

Demikian keluhan dan pertanyaan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Yugi
Depok
yugi11@yahoo.com
+628571197303



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

John F Kennedy menyatakan "My loyality to my party ends where my loyality to the country begins" VS Megawati yang mengatakan "Presiden dan wapres memang sudah sewajarnya menjalankan garis kebijakan politik partai". Pilih mana?