detikcom

Mengeluhkan SMS Banking BRI

Aenarofik - suaraPembaca
Kamis, 14/10/2010 10:18 WIB
Jakarta - Hari Rabu, 13 Oktober 2010 pagi-pagi sekali saya menelepon kakak yang ternyata sedang sakit. Saya langsung meminta kakak untuk segera berobat. Saya sudah berniat untuk mentransfer uang saat berangkat kerja. Akan tetapi ternyata sudah keburu mau besuk akhirnya saya urungkan niat saya tersebut.

Saya teringat beberapa bulan lalu sudah mengaktifkan SMS Banking BRI. Saya langsung coba saja dengan mengirimkan SMS sesuai dengan instruksi dari kartu kecil tentang tata cara transaksi lewat SMS Banking. Saat pertama kali mengirim saya kaget karena mendapat SMS balasan yang mengatakan bahwa transaksi saya gagal karena PIN-nya salah.

Akhirnya saya coba cek saldo dengan PIN yang sama saat saya mengirimkan SMS untuk transfer tadi. Alhasil berhasil. Saya mendapatkan SMS dengan informasi saldo pada rekening saya.

Penasaran dengan hal tersebut saya coba SMS Transfer lagi. Ternyata jawabannya sama seperti awal tadi. Sampai coba saya ulang sekali lagi dan masih sama juga jawabannya. Kesal dengan hal tersebut saya coba telepon ke Customer Service.

Setelah saya tunggu lama ternyata katanya semua operatornya lagi sibuk. Saya coba sampai tiga kali ternyata jawabannya sama. Akhirnya saya coba dengan nomer lainnya (dengan kode 021). Ternyata sama. Katanya semua operator masih sibuk.

Saya hanya ingin mengeluhkan, setiap kali transaksi SMS Banking, pulsa saya kepotong 1.000. Padahal, tadi sekitar tiga kali saja, jadi 3.000. Belum pulsa saya yang kepotong karena telepon sampai lima kali ke Customer Service BRI. Habis sekitar 8.000-an. Itu totalnya sudah 11.000-an. Belum lagi saya gagal transfer kakak saya yang sedang sangat membutuhkan sekali.

Mohon tindak lanjut dari pihak BRI. Bagaimana dengan ketidaknyamanan ini. Pulsa saya siapa yang mau ganti? Mohon ditanggapi. Terima kasih.

Aenarofik
Jl Citepus 1 Kel Pajajaran Cicendo Kota Bandung
aenarofik@yahoo.com
088802846842



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Setujukah Anda dengan pemblokiran situs-situs online yang dinilai BNPT radikal?