detikcom

Mohon Citibank Jangan Mempersulit Penutupan Kartu

Ester Aprilyani - suaraPembaca
Rabu, 20/10/2010 08:22 WIB
Jakarta - Saya pemegang kartu kredit Citibank. Melalui surat ini saya meminta Citibank untuk tidak mempersulit penutupan kartu kredit Citi Giant dan Citi Clear Card saya. Dan, mengirimkan surat pernyataan bahwa kartu tersebut telah lunas dan telah ditutup.

Karena, kedua kartu tersebut telah saya bayarkan plus biaya pembayaran 5,000 Rupiah plus biaya meterai 6,000 Rupiah. Tapi, muncul biaya transfer credit balance to sundry 6,000 Rupiah yang entah biaya apa itu. Yang dijawab oleh Customer Service untuk diabaikan.

Tapi, saya khawatir akan muncul lagi biaya-biaya yang lain seperti yang sudah sering saya baca di media massa. Sebagai nasabah saya tidak pernah membuat repot Citibank karena pembayaran saya baik. Jadi saya berharap dengan sangat jangan membuat repot saya. Terima kasih.

Ester Aprilyani
ea_1481@yahoo.com
08561297881
Jln Garuda Ujung No 115A Jakarta Pusat



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?