detikcom

Mohon Citibank Jangan Mempersulit Penutupan Kartu

Ester Aprilyani - suaraPembaca
Rabu, 20/10/2010 08:22 WIB
Jakarta - Saya pemegang kartu kredit Citibank. Melalui surat ini saya meminta Citibank untuk tidak mempersulit penutupan kartu kredit Citi Giant dan Citi Clear Card saya. Dan, mengirimkan surat pernyataan bahwa kartu tersebut telah lunas dan telah ditutup.

Karena, kedua kartu tersebut telah saya bayarkan plus biaya pembayaran 5,000 Rupiah plus biaya meterai 6,000 Rupiah. Tapi, muncul biaya transfer credit balance to sundry 6,000 Rupiah yang entah biaya apa itu. Yang dijawab oleh Customer Service untuk diabaikan.

Tapi, saya khawatir akan muncul lagi biaya-biaya yang lain seperti yang sudah sering saya baca di media massa. Sebagai nasabah saya tidak pernah membuat repot Citibank karena pembayaran saya baik. Jadi saya berharap dengan sangat jangan membuat repot saya. Terima kasih.

Ester Aprilyani
ea_1481@yahoo.com
08561297881
Jln Garuda Ujung No 115A Jakarta Pusat



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?