detikcom

Mohon Citibank Jangan Mempersulit Penutupan Kartu

Ester Aprilyani - suaraPembaca
Rabu, 20/10/2010 08:22 WIB
Jakarta - Saya pemegang kartu kredit Citibank. Melalui surat ini saya meminta Citibank untuk tidak mempersulit penutupan kartu kredit Citi Giant dan Citi Clear Card saya. Dan, mengirimkan surat pernyataan bahwa kartu tersebut telah lunas dan telah ditutup.

Karena, kedua kartu tersebut telah saya bayarkan plus biaya pembayaran 5,000 Rupiah plus biaya meterai 6,000 Rupiah. Tapi, muncul biaya transfer credit balance to sundry 6,000 Rupiah yang entah biaya apa itu. Yang dijawab oleh Customer Service untuk diabaikan.

Tapi, saya khawatir akan muncul lagi biaya-biaya yang lain seperti yang sudah sering saya baca di media massa. Sebagai nasabah saya tidak pernah membuat repot Citibank karena pembayaran saya baik. Jadi saya berharap dengan sangat jangan membuat repot saya. Terima kasih.

Ester Aprilyani
ea_1481@yahoo.com
08561297881
Jln Garuda Ujung No 115A Jakarta Pusat



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 20/12/2014 16:04 WIB
    Kemaritiman: Saatnya Mewujudkan Cita-cita Mulia Suharto yang Tertunda
    Hari-hari ini kita membaca dan mendengar pembicaraan tentang kemaritiman di media massa tengah hangat-hangatnya. Tentu antusiasme pejabat dan pemangku untuk membenahi sektor kelautan membuncah, campur aduk antara pesimisme dan optimisme perlu kita dukung meskipun terkesan terlambat.
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?