detikcom

Mohon Citibank Jangan Mempersulit Penutupan Kartu

Ester Aprilyani - suaraPembaca
Rabu, 20/10/2010 08:22 WIB
Jakarta - Saya pemegang kartu kredit Citibank. Melalui surat ini saya meminta Citibank untuk tidak mempersulit penutupan kartu kredit Citi Giant dan Citi Clear Card saya. Dan, mengirimkan surat pernyataan bahwa kartu tersebut telah lunas dan telah ditutup.

Karena, kedua kartu tersebut telah saya bayarkan plus biaya pembayaran 5,000 Rupiah plus biaya meterai 6,000 Rupiah. Tapi, muncul biaya transfer credit balance to sundry 6,000 Rupiah yang entah biaya apa itu. Yang dijawab oleh Customer Service untuk diabaikan.

Tapi, saya khawatir akan muncul lagi biaya-biaya yang lain seperti yang sudah sering saya baca di media massa. Sebagai nasabah saya tidak pernah membuat repot Citibank karena pembayaran saya baik. Jadi saya berharap dengan sangat jangan membuat repot saya. Terima kasih.

Ester Aprilyani
ea_1481@yahoo.com
08561297881
Jln Garuda Ujung No 115A Jakarta Pusat



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?