detikcom

Uang Jaminan Langganan PLN Klaten Tidak Pernah Kembali

Furkanadi - suaraPembaca
Senin, 25/10/2010 10:16 WIB
Jakarta - Saya pelanggan PLN. Di beberapa tempat usaha saya menggunakan listrik lebih dari 7700 watt. Kebetulan ada beberapa tempat yang statusnya masih kontrak.

Setiap kali akan menaikkan daya saya selalu dihadapkan pada salah satu komponen biaya yaitu UJL (Uang Jaminan Langganan}. Di web PLN Jawa Tengah (karena saya tinggal di Jawa Tengah) di bagian simulasi tertulis "Biaya tersebut belum dikurangi dengan UJL Lama". Biaya tersebut belum termasuk Biaya Instalasi Listrik (dengan BTL), Sertifikat Laik Operasi (SLO) jika ada perubahan instalasi pelanggan, dan materai.

Asumsi saya UJL adalah uang yang ditanggungkan ke PLN selama kita berlangganan Listrik. Tapi, kenyataanya uang tersebut tidak pernah kembali dan atau diperhitungkan selama kita selesai berlangganan maupun melakukan proses turun dan naik daya.

mohon penjelasan dari pihak PLN mengenai hal tersebut. Karena, UJL akan menjadi uang besar apabila kita pengguna menggunakan daya besar. Terima kasih dan saya menunggu jawabannya.

Furkanadi
Girimulyo Blok B gang X Gergunung Klaten
ugly_manid@yahoo.com
02723115446



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 25/04/2014 14:39 WIB
    Siasat Merespon Paket Bali
    Paket Bali atau Bali Package (The 9th WTO Ministerial Conference), demikian mantan Menteri Keuangan RI, Gita Wirjawan menyebutnya, merupakan hasil perundingan perdagangan internasional yang diselenggarakan 3 s/d 6 Desember 2013 silam di Bali.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?