detikcom

Pengambilan BPKB di Adira Finance Memakan Waktu Lama

Haryanto - suaraPembaca
Sabtu, 13/11/2010 12:14 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Jumat, 12 November 2010 pukul 10.30 siang saya datang ke Adira Finance Margonda Depok untuk melunasi cicilan terakhir motor saya dan mengambil BPKB. Saya mendapat nomor antrian 736 untuk bertemu Customer Service. Pada saat itu nomor antrian untuk Customer Service baru nomor 725. Jadi saya keluar dahulu untuk ke bank. Jam 10.00 saya datang dan nomor antrian sudah 732. Tidak lama kemudian tiba nomor antrian saya 736.

Saya bertemu customer service lalu diminta untuk ke Kasir untuk pembayaran cicilan terahir. KTP saya diminta lalu saya ke Teller dan membayar cicilan terakhir. Ternyata saya dikenakan denda karena saya pernah bayar telat. Saya tidak tahu ada denda karena selama ini saya bayar melalui internet banking.

Setelah melunasi semua pembayaran saya kembali ke Customer Service untuk menyerahkan bukti pembayaran. Saya disuruh menunggu di pengambilan BPKB. Waktu itu menunjukkan pukul 10.25. Ada beberapa orang yang juga menunggu pengambilan BPKB dan mengeluh lama sekali prosesnya. Saya hanya diam saja.

Sekitar pukul 11.50-an ada 3 - 4 orang menunggu untuk mengambil BPKB. Saya sempat menanyakan nomor antrian mereka. Ada yang nomor 737 dan nomor 751. Semua di atas nomor urut saya. Tidak lama keluar petugas keluar membawa 2 BPKB. Lalu memanggil nomor urut 737. Saya hanya diam saja. Saya pikir giliran saya berikutnya. 15 menit kemudian keluar lagi petugas membawa beberapa BPKB. Ternyata orang dengan nomor urut 751 sudah dipanggil lebih dulu. Sedangkan saya tidak sama sekali.

Saya tidak terima. Saya emosi menghampiri petugas pengambilan BPKB dan menanyakan kapan giliran saya. Untung satpam menahan saya. Lalu saya meminta untuk bertemu manager. Satpam mempertemukan saya dengan General Affair Manager. Saya lupa namanya. Beliau mencari tahu apa yang menyebabkan proses pengambilan BPKB saya lama.

Ternyata di divisi BPKB ada karyawan baru dan ternyata proses pengambilan BPKB saya yang diproses orang baru tersebut dengan alasan 'load' sedang tinggi. Dan, anak baru tersebut hanya dam saja selama 2 jam. Saya menjadi 'korban' waktu Adira Finance.

Supaya menjadi pelajaran bagi Adira Finance Depok Margonda supaya melatih karyawannya agar lebih cekatan dan tidak melepas karyawan baru begitu saja. Akibatnya customer yang menjadi 'korban waktu'. Saya mohon perbaikan mekanisme pengambilan BPKB supaya tidak bertele-tele. Terima kasih.

Haryanto
Pondok Sukmajaya Depok
haryanto.kalamsi@gmail.com
081282819922



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 05/03/2015 10:28 WIB
    Demam Akik dan Semangat Kemerdekaan
    Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya (bahan) batu permata jenis giok di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Tidak tanggung-tanggung berat giok yang ditemukan Usman (45th), seorang petani yang beralih profesi menjadi pencari batu permata ini diperkirakan seberat 20 ton.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?