detikcom

Kapan Penutupan Rekening Nasabah Meninggal di BCA Selesai

Josep - suaraPembaca
Jumat, 26/11/2010 13:19 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Saya ingin meminta konfirmasi mengenai proses penutupan rekening dan pencairan dana atas nama Yani Onggodjaya dengan nomor rekening 5740036XXX di BCA KCP Pasar Jatinegara disebabkan ybs telah meninggal dunia pada tanggal 19 Juli 2010. Persyaratan dokumen telah saya penuhi semua berupa akte notaris dan surat kuasa dengan memberikannya pada hari Kamis, 18 November 2010 dengan Bp Sapto Handoyo di bagian Customer Service.

Tetapi, saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti mengenai berapa lama proses penutupan rekening tersebut dengan alasan harus mengirimkan dokumen dan mendapatkan persetujuan dari BCA Matraman sebagai KCU. Pada saat saya telepon dengan BCA Matraman tanggal 25 November 2010 dengan Bp Dwi bagian Customer Service saya diminta menghubungi BCA Pasar Jatinegara dan tetap tidak bisa memberikan jawaban yang pasti mengenai kepastian selesainya proses
penutupan rekening tersebut.

Sampai dengan hari Kamis, 25 November 2010 ketika sudah berlalu 5 (lima) hari kerja saya masih belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari BCA. Mengherankan sekali. BCA adalah bank terbesar di Indonesia dengan motto 'smile' yang tentu saja mempunyai SOP untuk masing-masing transaksi. Tetapi, untuk penutupan rekening karena pemegang rekening meninggal tidak bisa memberikan jawaban yang pasti.

Mohon konfirmasi dari BCA mengenai kapan selesainya proses penutupan rekening. Atas perhatian dan kerja sama yang baik saya ucapkan terima kasih.

Josep
Jl Jatinegara Timur 2 Jakarta
081510386052


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?