detikcom

Tidak Mengerti Sistem Garuda Frequent Flyer (GFF) Seribet Ini

Rudy Gunawan - suaraPembaca
Senin, 06/12/2010 10:27 WIB
Jakarta - Garuda Indonesia telah dinobatkan menjadi maskapai penerbangan bintang 4. Namun, sayangnya sistem GFF yang diberikan oleh pihak Garuda Indonesia membuat saya bingung sekaligus kesal. Pasalnya pertama kali saya apply untuk GFF langsung dengan mengisi formulir di pesawat dan diberikan nomor sementara: 818803930. Saya mendaftar untuk menjadi member pada bulan Mei 2010.

Saya selalu menggunakan nomor sementara tersebut untuk check in. Namun, pada saat saya diberikan nomor tetap (kata petugas check in) dan itu yang dipakai nanti untuk setiap kali check in. Namun, masih belum menerima kartu yang tetap. Masih kartu yang disobek dari formulir pendaftaran.

Beberapa penerbangan sudah dilakukan. Sudah lebih dari 10 kali penerbangan. Namun, setelah saya cek ternyata tidak ada sampai pada akhirnya ketika saya di Jakarta saya datang ke GFF Center untuk membicarakan masalah ini. Ternyata nomor tetap yang diberikan oleh petugas check in (waktu itu kalau tidak salah di Kupang) adalah nomor orang lain punya.

Pertanyaan besar bagi saya, apakah setiap check in tidak ada pengecekan nama untuk nomor GFF yang dimasukkan? Masalah ini sudah selesai. Pihak Garuda sudah melakukan transfer 19 penerbangan yang memang saya lakukan dan saya diberikan no permanent (sepertinya) 121880393 namun kartu masih belum ada.

Namun, untuk sekarang setiap penerbangan yang saya lakukan ternyata tidak ter-up date secara otomatis. Kadang saya diminta untuk fotokopi boarding pass sebagai bukti. Saya tidak mengerti apakah sistem yang dimiliki huge company seperti Garuda ini harus seribet ini? Sebagai informasi saya sampai sekarang masih menggunakan kartu sobekan dari formulir pendaftaran.

Saya akui service ketika terbang itu top. Tapi, untuk sistem saya menyayangkan. Saya merasa banyak direpotkan untuk menjadi anggota GFF. Semoga pihak Garuda dapat menjelaskan prosedur sistemnya sehingga dapat menjadi sangat jelas dan semoga sistemnya dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Terima kasih.

Salam,
Rudy Gunawan
GFF Number 121880393


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?