detikcom

Garansi BlackBerry dari Bless Sangat Buruk

Adi Nugroho - suaraPembaca
Jumat, 17/12/2010 13:56 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Saya memperbaiki BlackBerry yang masih garansi di Bless di Ruko Roxy. Pertama kali LCD rusak. Kemudian disampaikan bahwa itu tidak termasuk dalam garansi sehingga saya harus membayar 900 ribu untuk mengganti dengan LCD yang baru.

Disampaikan pula bahwa dengan mengganti di Bless maka sisa waktu garansi masih tetap berlaku. Satu hari kemudian BlackBerry saya rusak kembali karena handset panas dan batere cepat habis. Saya bawa kembali ke Bless satu minggu kemudian.

Disampaikan oleh Bapak Andre ada masalah dengan handset-nya dan dijanjikan dua minggu selesai. Ternyata satu bulan belum ada kabar dan penyelesaian dari Bless. Terakhir saya diminta Bapak Andre kontak dengan Bapak Adi. Pak Adi menyampaikan handset BlackBerry saya sudah tidak masuk dalam garansi karena sudah pernah ganti LCD.

Hingga saat ini belum ada penyelesaian dari Bless. Layanan Bless sungguh sangat mengecewakan. Semoga ada perbaikan dari Bless. Jika tidak ini semoga dapat menjadi bahan pertimbangan konsumen yang lain untuk membeli BlackBerry dengan garansi Bless.
 
Adi Nugroho
Jakarta
adi.nugroo@gmail.com 
081807544244
 


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?