detikcom

Kritik dan Saran untuk Bank Mandiri dan BCA

Devie - suaraPembaca
Senin, 27/12/2010 16:03 WIB
Jakarta - Hari Minggu, 26 Desember 2010 jam 15.33 saya melakukan transaksi pengecekan saldo dan penarikan di ATM BCA Cabang Pom Bensin Petronas Jl RS Fatmawati. Ini tidak sengaja karena saya berniat melakukannya di ATM Mandiri. Sesuai dengan plang informasi yang terpasang di pinggir jalan bahwa terdapat ATM Mandiri di sana. Hanya plang ATM Mandiri saja. Tidak ada BCA.

Ketika masuk ke dalam mini market di pom bensin (ATM dalam Mini Market) ternyata ada dua buah mesin ATM yang tidak ada sama sekali stiker yang menandakan milik Bank Bersangkutan (kecuali logo cirus, alto). Karena yakin hanya ada mesin ATM Mandiri di sana (sesuai plang yang terpasang di pinggir jalan) saya memilih salah satunya.

Setelah traksaksi selesai saya kaget. Ternyata struk yang kelaur adalah BCA, dan dua kali transaksi tersebut kena cas Rp 22,500. Saya perhatikan dengan seksama kembali kedua ATM tersebut. Memang sama sekali tidak ada keterangan bank masing-masing.

Saya tahu jika melakukan transaksi di ATM BCA dari bank lain memang biayanya segitu. Yang saya kecewakan adalah mengapa tidak ada stiker penanda di masing-masing ATM tersebut sehingga kesalahan ini tidak perlu terjadi, dan tentunya merugikan nasabah pengguna ATM bersama.

Jika dibandingkan seharusnya transaksi saya tersebut hanya kena cas Rp 10,000 untuk ATM Bersama. Saran saya agar Bank Mandiri memasang stiker di ATM-nya. Begitu juga dengan BCA dan bank-bank lain. Dan, untuk BCA, jika meletakkan ATM di suatu tempat, biasanya terpasang plang milik bank tersebut, yang merupakan informasi bahwa terdapat ATM di sana. Tapi, di pom bensin Petronas tidak ada plang BCA. Namun, ada mesin ATM BCA. Terima kasih.

Devie
Jl Taman Brawijaya Jakarta Selatan
dhe_vie@yahoo.co.id
08126756349



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?