detikcom

Tagihan Kartu Kredit BNI Bermasalah

Citraria Kusuma Nugraha - suaraPembaca
Senin, 27/12/2010 17:06 WIB
Jakarta - Saya adalah pelanggan kartu kredit BNI Visa dengan nomor 4105 0500 0123 XXXX yang telah lelah mengajukan keluhan yang sama. Terkait seringnya tagihan BNI yang datang terlambat (lewat jatuh tempo) melalui Call Centre.

Saya sudah menjadi pengguna sejak lama dan tidak pernah ada masalah dengan lembar tagihan yang selalu datang tepat waktu (sebelum jatuh tempo). Tiga bulan lalu saya untuk kali pertama saya tidak menerima lembar tagihan sehingga akhirnya menelepon Call Centre dan meminta agar tagihan saya dapat difaksimili agar tidak terkena denda dan disertai permohonan agar keluhan saya ditindaklanjuti.

Bulan berikutnya hingga saya mengirim surat ini keluhan saya rupanya tidak ditanggapi. Meskipun tagihan datang tetapi sudah tidak berguna karena lewat jatuh tempo. Siapa yang salah dalam hal ini? Jika memang ada pergantian kurir seharusnya BNI melakukan kroscek kembali karena saya tidak pernah melakukan perubahan alamat tagihan.

Bagaimana bisa tahun sebelumnya lancar namun sekarang menjadi tidak lancar. Padahal alamat tetap sama dan status rumah berpenghuni? Mohon kiranya keluhan ini dapat ditanggapi oleh BNI. Terima kasih.

Citraria Kusuma Nugraha
Jl Ngesrep Timur III/34 Semarang
citraria@gmail.com
081319933500



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?