detikcom

Hati-Hati Dengan Kartu Kredit Bukopin

Subroto - suaraPembaca
Jumat, 31/12/2010 16:17 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Supaya diperhatikan pengguna kartu kredit bukopin perhitungan bunga bank ini lain
dari yang lain. Pertama kali saya menerima tagihan saya yang dicetak tanggal 10/5/2010 saya tidak membayar full tagihan yang berjumlah 550.000 dan membayar 350.000 saja menyadari hal ini saya berharap akan dikenakan bunga pada tagihan berikutnya. Berikutnya tagihan saya yang cetak tanggal 10/6/2010 saya memperoleh tagihan sebesar 6.808.000 yang saya bayar full dan saya asumsi sudah ditambah bunga dari tagihan saya sebelumnya yang belum lunas.

Ketika saya menerima tagihan saya berikut yang tercetak tanggal 18/7/2010 saya terkejut dengan bunga sebesar 133.379 padahal saya tidak pernah telat membayar semua tagihan saya apalagi semua billing kartu kredit rata2 sudah didesain sedemikian rupa sehingga kalau tagihan dibayar full pada tanggal jatuh temp tidak akan ada  bunga. Kenapa kali ini ada bunga padahal tidak telat dan bayar full ?.

Saya menelpon 14005 dan diterima oleh Evi yang menyatakan itu biaya yang terjadi akibat saya tidak membayar lunas tagihan 10/5/2010 saya sejumlah 550.000 yang saya herankan kenapa bunga muncul pada tagihan 2 bulan berikutnya 18/7/2010 tidak muncul pada tagihan 10/6/2010 ?. Akibatnya saya terkena bunga dari transaksi pada tagihan 10/6/2010 tersebut yang mana kebanyakan tidak ada 1 bulan sudah saya bayar lunas?

Evi menjawab ini adalah sistem dari bukopin  dan apabila saya salah mengartikan tanggal jatuh tempo sebagai tidak akan kena bunga ini adalah salah saya sendiri karena tidak membaca buku ketentuan yang tulisannya kecil2 berlembar lembar dan perlu dihapalkan seperti buku teks kuliah.Tidak ada penyelesaian dan ketika saya minta kartu kredit saya dicancel saja Evi mempersilahkan setelah semua tanggungan saya dibereskan (ada cicilan 6 bulan yang harus diselesaikan) bagi saya ini artinya bank bukopin tidak membutuhkan saya sebagai customer.

Beberapa minggu kemudian setelah saya pelajari lagi tagihan saya. Saya menemui Cust. Service bagian kartu kredit di kantor cabang bukopin semarang Ocha. Ternyata ada perubahan tanggal cetak yang mundur 8 hari pada tagihan 18/7/2010, lazimnya kalau tidak ada
perubahan tanggal cetak tagihan saya 10/7/2010. Kepada Ocha saya sampaikan bahwa
biaya  bunga tersebut terjadi karena bukopin memundurkan tanggal cetak tagihan dan saya minta saya tidak dikenakan bunga karena ini bukan kesalahan saya. Ocha tetap bersikeras bahwa kalaupun terjadi perubahan ini sudah diinformasikan meelalui pesan singkat atau SMS ke customer jadi tetap kesalahan saya.

Dua customer service dua-duanya menganggap customer yang membayar full pada tanggal jatuh tempo terlambat dan dikenai bunga ?. Apa artinya tanggal jatuh tempo kalau itu bukan berarti tanggal bebas bunga ?. Alhasil ocha menganjurkan saya membuat komplain tertulis yang sampai hari ini tidak ada

Semoga pengguna lain belajar dari pengalaman saya untuk selalu menjadi "mahasiwa kembali" dan mempelajari buku tebal dengan tulisan ekstra kecil yang datang dengan kartu kredit anda, segera telepon kalau ada perubahan tanggal cetak karena anda mungkin terjebak bunga-bunga transaksi sebelumnya dan hati-hati karena bunga transaksi anda bisa dikumulasi 2 bulan baru ditagihkan pada anda.

Saya sendiri sudah lelah dengan bank bukopin setelah saya melunasi cicilan terakhir
ini saya akan menutup  kartu  kredit saya.

Terima Kasih


Subroto
Subroto.xing@gmail.com
02470766789
Pamularsih raya 74 Semarang

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 05/03/2015 10:28 WIB
    Demam Akik dan Semangat Kemerdekaan
    Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya (bahan) batu permata jenis giok di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Tidak tanggung-tanggung berat giok yang ditemukan Usman (45th), seorang petani yang beralih profesi menjadi pencari batu permata ini diperkirakan seberat 20 ton.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?