detikcom

Merasa Ditipu CIGNA

Ifa fauziah - suaraPembaca
Kamis, 20/01/2011 09:40 WIB
Jakarta - Saya sangat sangat sangat kecewa kepada Asuransi CIGNA. Saya mengikuti program asuransi yang ditawarkan oleh marketing dari asuransi CIGNA.

Beberapa hari setelah saya menyetujui untuk mengikuti program asuransi tersebut. Saya telepon kembali kepada customer service CIGNA Insurance untuk melakukan pembatalan mengenai asuransi yang saya setujui pada beberapa hari sebelumnya.

Kemudian saya berbicara dengan bagian pembatalan dan bagian pembatalan tersebut bilang kalau mulai hari itu asuransi saya sudah tidak aktif lagi karena sudah dibatalkan pertanggal 10 Januari 201. Pada saat itu saya tanya apakah polis saya sudah di debit dari credit card saya? bagian pembatalan itu bilang kalau polis saya belum didebit karena polis tersebut akan didebit sesuai dengan tanggal cetak kartu kredit saya.

Kemudian tanggal 11 Januari 2011, saya menerima tagihan credit card saya. Ternyata polis CIGNA didebit di credit card saya pada tanggal 11  Januari 2011, padahal saya sudah membatalkan polis tersebut pada 10 Januari 2011.

Setelah menerima tagihan credit card saya, saya langsung complain ke pihak CIGNA agar dana yang didebit bisa dikreditkan kembali, tapi pihak Cigna menjawab kalau saya belum pernah membatalkan polis tersebut. Mereka bilang tidak ada recording waktu saya membatalkan.

CIGNA memang perusahaan asuransi yang melayani nasabah untuk mengikuti asuransi melalui telepon (tidak ada kontrak atau persetujuan tertulis dengan nasabah dan hanya lewat recording). Akan tetapi bagaimana bisa pihak CIGNA mempunyai recording waktu saya menyetujui polis tersebut, sedangkan tidak mempunyai recording waktu saya membatalkannya.

Padahal jelas-jelas saya sudah membatalkan polis tersebut dan teman saya juga mendengar waktu saya membatalkannya.

Setelah saya konfirmasi ke beberapa teman saya yang pernah masuk asuransi CIGNA, ternyata banyak dari mereka mengalami hal yang sama dengan saya yaitu ditipu oleh Cigna.

Bagi para pembaca yang ingin mengikuti program asuransi, sebaiknya lebih teliti lagi. Memilih asuransi yang tepat dan bisa dipercaya.


Ifa fauziah
Jl. Bangka 2 Jakarta Selatan
ifafauziah@yahoo.com
08561652968


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
31%
Kontra
69%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?