detikcom

Keluhan HONDA CR-V Bapak Yudhi Telah Diselesaikan

Subiyantoro - suaraPembaca
Selasa, 01/02/2011 10:37 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Menanggapi keluhan Bapak Yudhi Aprianto dalam Surat Pembaca pada tanggal 31 Desember 2010 mengenaiĀ  keluhan pada Honda CR-V Tahun 2008, kami telah bertemu dengan pelanggan dan melakukan pemeriksaan terhadapĀ  keluhan yang dimaksud.

Dari hasil pemeriksaan tersebut tersebut kami melakukan penanganan dengan mengganti komponen yang bermasalah dan memberikan penjelasan perihal keluhan yang disampaikan. Saat ini keluhan yang disampaikan sudah dapat diselesaikan dengan baik dan pelanggan merasa puas dengan langkah penanganan dan penjelasan yang diberikan.

Dealer kami selalu berkomitmen untuk memberikan kepuasan dan pelayanan yang terbaik
untuk setiap pelanggan


Subiyantoro
Service Manager
Honda Union Serpong
unionserpong@yahoo.co.id
021-53125266

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?