detikcom

Klaim Asuransi AXA Mandiri Mengecewakan

Rizal Bakti - suaraPembaca
Selasa, 01/02/2011 14:23 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Saya mempunyai 2 Polis asuransi Pendidikan, Polis pertama telah berjalan lebih dari 5 (lima ) Tahun sedangkan polis ke 3 ( Tiga) Tahun. Selama ini saya selalu tepat waktu dalam proses pembayaran. Saya sangat kecewa terhadap proses pencairan polis tersebut.

Pertama kali saya tanya mengenai proses untuk klaim ke Call Center AXA Mandiri jawaban yang diberikan sangat menjanjikan. Jikalau nasabah datang prosesnya cepat dan tidak bertele-tele. Tapi kenyataaanya yang  saya dapatkan sangat berbeda. katanya 7 (Tujuh) Hari kerja sudah bisa cair tapi nyatanya tidak.

Tanggal 24 Januari 2011, Data di isi untuk proses klaim  dikantor cabang Mandiri Pancoran. Tetapi data saya baru dikirim ke kantor Pusat tanggal 31 Januari 2011, itu diinformasikan ke saya melalui SMS.  Ketika saya cek kembali, jawaban yang diberikan datanya baru diterima dan prosesnya memakan waktu kurang lebih 5 (lima) hari lagi agar klaim bisa cair karena menunggu harga unit katanya.

Ya Begini deh berhubungan dengan asuransi yang katanya terbaik dari berbagai sisi tapi jelek dalam pelayanan.


Sekian

Rizal Bakti
Jl. A Yani Gg Asem I No.9 Rt 008 Rw 03 Jakarta Timur
rizal_bakti@yahoo.co.id
08129473380


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?