detikcom

Hati-hati Memilih Blackberry Garansi dari Bless

Iwan Gunawan - suaraPembaca
Senin, 07/02/2011 09:50 WIB
Jakarta - Pada pertengahan Januari 2011 kemarin saya membeli Blackberry Bold 9000 garansi Bless. Saya membeli 4 buah Blackberry Bold untuk saya dan saudara-saudara saya gunakan.

Ternyata dari 4 Bold tersebut semuanya tidak ada yang berjalan lancar. Pihak toko sempat mengganti dengan barang baru dan ternyata hasilnya Bold tersebut masih bermasalah.

Sepulang membeli 4 Bold tersebut sebenarnya saya sudah memeriksa lebih detail lagi. Ternyata di dalam casing belakang Bold tersebut ada sticker indikator air dan itu berwarna merah, padahal seharusnya putih. Menurut teman-teman dan pedagang- pedagang HP yang mengerti tentang handphon, jika merah itu artinya sudah pernah kena air .

Kerusakan lainya yang ditemukan di semua Bold tersebut yaitu keypad yang jika diketik mengeluarkan huruf hanya bisa sampai 5 karakter, padahal saya hanya menekan sekali saja. Ada juga dari 4 Bold tersebut yang LCD-nya tiba-tiba sering blank, ada yang tombol untuk mengeraskan suara tidak jalan, tombol caps lock tidak jalan, tombol alt tidak jalan dan tombol lock di atas (tombol mute suara) tidak jalan.

Selain itu pada 2 Bold lain ditempat biasa sticker segel merekat, biasanya ditempelkan pada bagian-bagian yang ada mur untuk menutupinya tetapi sudah hilang dan disamping-sampingnya ada bekas seperti stiker habis dilepas tapi lupa dibersihkan.

Jujur saya sangat kecewa dengan hal ini, malah banyak teman saya yang mencurigai "wah kayaknya ini barang rekondisi deh...".

Semoga dari surat saya kali ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi para orang yang berniat membeli Blackberry untuk berhati -hati memilih garansi dan untuk pihak garansi Bless mohon untuk diperhatikan lagi kualitas barang yang Anda pasarkan.

Terima kasih.

Iwan Gunawan
Pagarsih 800 Bandung
iwan.gunawan@yahoo.com
0229209922


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?