detikcom

Penjelasan CIMB Niaga untuk Bapak Muhammad Riyadi

Dina Sutadi - suaraPembaca
Rabu, 16/03/2011 15:39 WIB
Jakarta - Sehubungan dengan surat Bapak Muhammad Riyadi yang berjudul: "Jawaban CIMB Niaga Tidak Memuaskan" (Detik.com 4 Januari 2011, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Bapak Muhammad Riyadi atas layanan Bank CIMB Niaga. 

Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, kami telah menghubungi Bapak Muhammad Riyadi guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan permasalahan telah diselesaikan dengan baik.

Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan, karena kepuasan nasabah merupakan fokus dari seluruh usaha kami dalam upaya menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan Bank CIMB Niaga.

Demikian kami sampaikan. Atas kerjasama dan dimuatnya tanggapan ini, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Dina Sutadi
Vice President
Corporate Communication Head


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?