detikcom

Penjelasan CIMB Niaga untuk Bapak Muhammad Riyadi

Dina Sutadi - suaraPembaca
Rabu, 16/03/2011 15:39 WIB
Jakarta - Sehubungan dengan surat Bapak Muhammad Riyadi yang berjudul: "Jawaban CIMB Niaga Tidak Memuaskan" (Detik.com 4 Januari 2011, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Bapak Muhammad Riyadi atas layanan Bank CIMB Niaga. 

Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, kami telah menghubungi Bapak Muhammad Riyadi guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan permasalahan telah diselesaikan dengan baik.

Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan, karena kepuasan nasabah merupakan fokus dari seluruh usaha kami dalam upaya menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan Bank CIMB Niaga.

Demikian kami sampaikan. Atas kerjasama dan dimuatnya tanggapan ini, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Dina Sutadi
Vice President
Corporate Communication Head


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?