detikcom

Penjelasan CIMB Niaga untuk Bapak Muhammad Riyadi

Dina Sutadi - suaraPembaca
Rabu, 16/03/2011 15:39 WIB
Jakarta - Sehubungan dengan surat Bapak Muhammad Riyadi yang berjudul: "Jawaban CIMB Niaga Tidak Memuaskan" (Detik.com 4 Januari 2011, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Bapak Muhammad Riyadi atas layanan Bank CIMB Niaga. 

Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, kami telah menghubungi Bapak Muhammad Riyadi guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan permasalahan telah diselesaikan dengan baik.

Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan, karena kepuasan nasabah merupakan fokus dari seluruh usaha kami dalam upaya menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan Bank CIMB Niaga.

Demikian kami sampaikan. Atas kerjasama dan dimuatnya tanggapan ini, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Dina Sutadi
Vice President
Corporate Communication Head


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?