detikcom

Penjelasan CIMB Niaga untuk Bapak Muhammad Riyadi

Dina Sutadi - suaraPembaca
Rabu, 16/03/2011 15:39 WIB
Jakarta - Sehubungan dengan surat Bapak Muhammad Riyadi yang berjudul: "Jawaban CIMB Niaga Tidak Memuaskan" (Detik.com 4 Januari 2011, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Bapak Muhammad Riyadi atas layanan Bank CIMB Niaga. 

Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, kami telah menghubungi Bapak Muhammad Riyadi guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan permasalahan telah diselesaikan dengan baik.

Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan, karena kepuasan nasabah merupakan fokus dari seluruh usaha kami dalam upaya menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan Bank CIMB Niaga.

Demikian kami sampaikan. Atas kerjasama dan dimuatnya tanggapan ini, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Dina Sutadi
Vice President
Corporate Communication Head


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?