detikcom

Ranjau Paku di Jalan Layang Roxy

Surya Ferdian - suaraPembaca
Rabu, 20/04/2011 10:46 WIB
Jakarta - Kpd. Yth. Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Cq. Dirlantas Polri
Ditlantas Polda Metro Jaya

Sebagai warga negara yang hampir setiap hari melewati jalur lalu lintas dari arah Grogol menuju Roxy, saat ini saya merasa sudah sangat terusik dengan ulah penebar paku di jalan layang bukan-tol Roxy Square.

Selain kemacetan parah yang setiap hari harus saya dan pengemudi lainnya "nikmati", akhir-akhir ini kami juga selalu mendapatkan tebaran paku secara acak.

Paku-paku baru berukuran 1-1,5 Cm, setiap hari bertebaran mulai dari tengah jalan hingga ke sebelah kiri pembatas jalan. Hal demikian ini sudah sekian kali memakan korban. Hampir setiap hari pula ada saja pengemudi yang harus rela menambal ban kendaraannya akibat tertancap paku.

Paku paku yang masih berkilap dan tidak nampak karat dibadannya dan sedang tidak adanya proyek pembangunan disekitar jalan tersebut sedikitnya mengindikasikan bahwa ada "kesengajaan" yang penebaran paku yang dilakukan oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.

Mohon tindakan tegas aparat untuk mengatasi ancaman ranjau paku yang kian hari semakin meningkat ini.


Surya Ferdian
Jl. Pedongkelan Belakang Rt. 001/016 Jakarta Barat
surya.ferdian@gmail.com
02193368650



(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?