detikcom

Tanggapan Kemana Lenyapnya KFC Music Hitter?

Abdul Wahab - suaraPembaca
Jumat, 20/05/2011 08:23 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan ibu Eka Bayuningtias di suara pembaca detik.com Kamis, 19/05/2011 14:48 WIB tentang Kemana Lenyapnya KFC Music Hitter?, pihak Contact Center KFC Indonesia telah menghubungi beliau pada hari kamis 19/05/2011 17:45 wib dan memohon maaf atas ketidaknyamanannya juga menjelaskan program KFC Music Hitter yang berjalan sampai saat ini.

Perubahan terjadi pada pengiriman sms free produk goceng dari hari Rabu setiap Minggunya menjadi hari Sabtu setiap minggunya efektif tanggal 14 Mei 2011.

Terimakasih dan penghargaan setinggi-tinggi kepada Yth Ibu Eka Bayuningtias atas kritik dan masukannya sehingga kami diberi kesempatan melakukan perbaikan secepatnya.


Marketing Dept.
PT. Fastfood Indonesia Tbk.
Jl. MT. Haryono Kav. 7
Gedung Gelael lantai 2 Jakarta 12810
+6221 - 831 3368, 8301133 ext. 277

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?