detikcom

Tanggapan Kemana Lenyapnya KFC Music Hitter?

Abdul Wahab - suaraPembaca
Jumat, 20/05/2011 08:23 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan ibu Eka Bayuningtias di suara pembaca detik.com Kamis, 19/05/2011 14:48 WIB tentang Kemana Lenyapnya KFC Music Hitter?, pihak Contact Center KFC Indonesia telah menghubungi beliau pada hari kamis 19/05/2011 17:45 wib dan memohon maaf atas ketidaknyamanannya juga menjelaskan program KFC Music Hitter yang berjalan sampai saat ini.

Perubahan terjadi pada pengiriman sms free produk goceng dari hari Rabu setiap Minggunya menjadi hari Sabtu setiap minggunya efektif tanggal 14 Mei 2011.

Terimakasih dan penghargaan setinggi-tinggi kepada Yth Ibu Eka Bayuningtias atas kritik dan masukannya sehingga kami diberi kesempatan melakukan perbaikan secepatnya.


Marketing Dept.
PT. Fastfood Indonesia Tbk.
Jl. MT. Haryono Kav. 7
Gedung Gelael lantai 2 Jakarta 12810
+6221 - 831 3368, 8301133 ext. 277

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?