detikcom

Tanggapan Kemana Lenyapnya KFC Music Hitter?

Abdul Wahab - suaraPembaca
Jumat, 20/05/2011 08:23 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan ibu Eka Bayuningtias di suara pembaca detik.com Kamis, 19/05/2011 14:48 WIB tentang Kemana Lenyapnya KFC Music Hitter?, pihak Contact Center KFC Indonesia telah menghubungi beliau pada hari kamis 19/05/2011 17:45 wib dan memohon maaf atas ketidaknyamanannya juga menjelaskan program KFC Music Hitter yang berjalan sampai saat ini.

Perubahan terjadi pada pengiriman sms free produk goceng dari hari Rabu setiap Minggunya menjadi hari Sabtu setiap minggunya efektif tanggal 14 Mei 2011.

Terimakasih dan penghargaan setinggi-tinggi kepada Yth Ibu Eka Bayuningtias atas kritik dan masukannya sehingga kami diberi kesempatan melakukan perbaikan secepatnya.


Marketing Dept.
PT. Fastfood Indonesia Tbk.
Jl. MT. Haryono Kav. 7
Gedung Gelael lantai 2 Jakarta 12810
+6221 - 831 3368, 8301133 ext. 277

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?