detikcom

Hati-hati dengan Gelegar Milyaran Rupiah Popmie

Sukono - suaraPembaca
Jumat, 20/05/2011 10:50 WIB
Jakarta - Pada Sabtu, 14 Mei 2011 saya membuka Popmie yang dibeli disalah satu gerai Alfamart di Bekasi. Pada tutup kemasan Popmie tersebut terdapat promosi yang menyebutkan "GET LUCKY Milyaran Hadiah Langsung Tanpa Diundi".

Di dalam kemasan Popmie tersebut saya menemukan voucher bertuliskan "Selamat Bagi Anda Yang Beruntung Mendapatkan Hadiah Langsung 1 Unit Toyota Avanza" PIN anda yP9t2h59r.

Selain itu ditemukan Surat Keterangan Kepolisian No. Pol: SKK/25/XII/2011/SAT SKK tanggal 7 Januari 2011 yang ditandatangani Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Condro Kirono dan surat keterangan tertanggal 12 Januari 2011 yang ditandatangani Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur, Dirjen Pajak, dan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, serta disponsori oleh Indosiar, RCTI, dan SCTV.

Saya mengecek internet melalui Google dengan menuliskan keyword "Gelegar Miliaran Rupiah Popmie" dan menemukan blog yang mengkonfirmasi hadiah ini dengan memperlihatkan contoh voucher yang persis saya dapatkan dikemasan Popmie.

Kemudian saya menghubungi nomer telepon yang tertera pada voucher kemasan hadiah dengan No 021-50465383 yang menerima telepon tersebut mengaku bernama Ir. Yoseph Sugito. Bapak Yoseph kemudian menjelaskan proses pengiriman hadiah akan diantar ke alamat pemenang.

Hadiah yang menyangkut pajak semua ditanggung PT Indofood tapi khusus untuk pemenang kendaraan akan dibebankan kepada pemenang yaitu berupa biaya BPKB, STNK, Faktur, BBN, sebesar Rp 1.750.000.

Saya juga diminta mengirimkan data sesuai KTP serta mengirimkan uang sejumlah Rp 1.750.000 ke Bank BNI No Rekening 0197000877 an Hendra. Setelah dana itu terkirim kami dihubungi Pak Yoseph kembali dan menjelaskan ternyata masih ada dana yang harus ditanggung pemenang sebesar Rp 3.750.000 untuk kepengurusan Surat Perintah Jalan dari Kepolisian.

Saya katakan saya akan melunasi semua biaya tersebut dengan cara membayarnya secara cash di kantor Bapak Yoseph. Namun, Pak Yoseph tidak mau dengan alasan bukti tranfer akan ditunjukan kepada wartawan.

Timbul rasa kecurigaan saya oleh karena itu saya menghubungi telpon layanan Telkom menanyakan No. 021-50465383. Pihak Telkom mengatakan bahwa nomor tersebut bukan nomor telpon kantor tetapi nomor CDMA dan ternyata banyak yang mengadukan nomor telepon tersebut. Sejak saat itu saya sadar bahwa saya telah tertipu.

Dari kejadian seperti tersebut di atas alangkah baiknya pihak PT Indofood Sukses Makmur Tbk khususnya Popmie yang menyelenggarakan promosi hadiah untuk memperhatikan dan mewaspadai modus penipuan seperti ini.

Saya menyarankan supaya ada nomor telepon layanan atau customer care yang bisa dihubungi di kemasan Popmie serta kemasan tutupnya diperbarui supaya tidak mudah disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab. Dan kepada masyarakat untuk semakin hati-hati dan waspada karena modus penipuan sekarang ini makin canggih dan kreatif.


Sukono
Jl. Cipinang Pulo No. 33 Cipinang Besar Utara
konosukono@yahoo.com
08129330820

(wwn/wwn)

Share:
Baca Juga



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?