detikcom

Tentang KTKLN untuk Pelaut

Eko Sugiarto - suaraPembaca
Senin, 20/06/2011 11:27 WIB
Jakarta - Masalah yang mendasari kenapa BNP2TKI mengeluarkan KTKLN adalah untuk mengontrol lalu lintas (dan perlindungan) TKI atau TKW termasuk didalamnya Pelaut saya kira tidak tepat.

Pelaut tidak bisa disamakan TKI atau TKW dikarenakan selama ini yang mengontrol dan mengeluarkan sertifikat bagi pelaut adalah Direktorat Perhubungan Laut dan bukan BNP2TKI jadi ini mohon diluruskan terutama kepada kepala BNP2TKI dan semua pihak terkait.

Selain itu untuk masalah visa seperti yang tercantum di surat edaran BNP2TKI untuk mengurus KTKLN Pelaut harus melampirkan copy Working Visa itu tidak betul karena Pelaut biasanya mendapat seaman visa. Hal seperti merupakan suatu kesalahan dari pembuat peraturan yang tidak tahu mengenai seluk beluk aturan Pelaut dan bisa dimanfaatkan oleh oknum pos pelayanan pembuatan KTKLN untuk menarik uang dengan alasan untuk asuransi dikarenakan tidak lengkapnya persyaratan padahal pelaut yang bekerja ditas kapal itu sudah di cover asuransi dari perusahaan.

Untuk itu kami mohon kepada semua pihak yang berkepentingan agar kiranya jangan menambah panjang daftar birokrasi bagi pelaut yang ingin bekerja diluarnegeri yang sebelumnya sudah dibebani dengan berbagai aturan mengenai sertifikasi sekarang harus ditambah satu lagi dengan yang namanya KTKLN.Saya berharap agar Surat Edaran Nomor: SE. /KA/V/2011 "Tentang Pelayanan Penerbitan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri" (KTKLN) segera direvisi sehingga dapat mempermudah dan bukannya mempersulit Pelaut yang akan bekerja di perusahaan pelayaran luar negeri.


Eko Sugiarto
Desa Cikaso RT.19/RW.01 Kramatmulya, Kuningan
panoil_3@yahoo.com
089636608929

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?