detikcom

Aqua Galon Langka di Pejaten Timur

Fauzi - suaraPembaca
Rabu, 19/10/2011 10:39 WIB
Jakarta - Saya adalah salah satu pengecer Aqua galon di wilayah Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Sudah lama kami mengalami kesulitan untuk mendapatkan Aqua galon di wilayah Pejaten Timur, hal ini disebabkan hanya ada satu agen atau star outlet di wilayah Pejaten Timur.

Saya sudah pernah menghubungi "Aqua Menyapa" tetapi saya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Saya berharap agar PT Aqua Golden Missipi menambah agen atau star outlet minimal dua lagi, sehingga kami dengan mudah mendapatkan stok Aqua galon dan dapat mendistribusikan kembali ke tingkat konsumen akhir dengan baik dan lancar.

Jika pihak manajemen Aqua tidak bisa menyeimbangkan "supply and demand", mohon jangan membuat iklan atau promosi diberbagai media dengan gencar, karena hasil akhirnya akan membuat konsumen kecewa, karena sulit untuk mendapatkan stok Aqua galon.


Fauzi
Jl Angsana 1 Pejaten Timur, Jakarta Selatan
fauzifz79@yahoo.com
021-91670169

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?