detikcom

Aqua Galon Langka di Pejaten Timur

Fauzi - suaraPembaca
Rabu, 19/10/2011 10:39 WIB
Jakarta - Saya adalah salah satu pengecer Aqua galon di wilayah Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Sudah lama kami mengalami kesulitan untuk mendapatkan Aqua galon di wilayah Pejaten Timur, hal ini disebabkan hanya ada satu agen atau star outlet di wilayah Pejaten Timur.

Saya sudah pernah menghubungi "Aqua Menyapa" tetapi saya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Saya berharap agar PT Aqua Golden Missipi menambah agen atau star outlet minimal dua lagi, sehingga kami dengan mudah mendapatkan stok Aqua galon dan dapat mendistribusikan kembali ke tingkat konsumen akhir dengan baik dan lancar.

Jika pihak manajemen Aqua tidak bisa menyeimbangkan "supply and demand", mohon jangan membuat iklan atau promosi diberbagai media dengan gencar, karena hasil akhirnya akan membuat konsumen kecewa, karena sulit untuk mendapatkan stok Aqua galon.


Fauzi
Jl Angsana 1 Pejaten Timur, Jakarta Selatan
fauzifz79@yahoo.com
021-91670169

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?