detikcom

Aqua Galon Langka di Pejaten Timur

Fauzi - suaraPembaca
Rabu, 19/10/2011 10:39 WIB
Jakarta - Saya adalah salah satu pengecer Aqua galon di wilayah Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Sudah lama kami mengalami kesulitan untuk mendapatkan Aqua galon di wilayah Pejaten Timur, hal ini disebabkan hanya ada satu agen atau star outlet di wilayah Pejaten Timur.

Saya sudah pernah menghubungi "Aqua Menyapa" tetapi saya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Saya berharap agar PT Aqua Golden Missipi menambah agen atau star outlet minimal dua lagi, sehingga kami dengan mudah mendapatkan stok Aqua galon dan dapat mendistribusikan kembali ke tingkat konsumen akhir dengan baik dan lancar.

Jika pihak manajemen Aqua tidak bisa menyeimbangkan "supply and demand", mohon jangan membuat iklan atau promosi diberbagai media dengan gencar, karena hasil akhirnya akan membuat konsumen kecewa, karena sulit untuk mendapatkan stok Aqua galon.


Fauzi
Jl Angsana 1 Pejaten Timur, Jakarta Selatan
fauzifz79@yahoo.com
021-91670169

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 25/04/2014 14:39 WIB
    Siasat Merespon Paket Bali
    Paket Bali atau Bali Package (The 9th WTO Ministerial Conference), demikian mantan Menteri Keuangan RI, Gita Wirjawan menyebutnya, merupakan hasil perundingan perdagangan internasional yang diselenggarakan 3 s/d 6 Desember 2013 silam di Bali.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?