detikcom

Service Centre Olympus tidak Profesional

Niyah Cahyawati - suaraPembaca
Rabu, 26/10/2011 10:31 WIB
Jakarta - Saya mempunyai kamera digital Olympus FE-310, saya membelinya di toko kamera FOCUS (PGC Cililitan) pada Juli 2008.

Sebulan yang lalu hasil jepretan kamera saya hitam tidak ada gambarnya, saya pergi ke service centre Olympus di Gunung Sahari. Dengan Alasan kartu garansi bukan milik service centre yang beralamat Gunung sahari, service center menolak untuk memperbaiki kamera saya.

Saya menanyakan apakah kartu garansi saya asli, dan CS bilang asli tapi tidakk bisa dipakai di tempatnya. Perlu diketahui bahwa Service Centre di Mangga dua dan Ratu Plaza sudah ditutup. Dan sekarang hanya ada di Gunung Sahari dan satu-satunya di Indonesia.

Olympus tidak profesional dalam melayani pengaduan dan memberikan pelayanan pada pelanggan yang kameranya bermasalah.


Niyah Cahyawati
Jl Kenanga No 92C Kalisari, Jakarta Timur
niyah.cahyawati@yahoo.co.id
085717563210

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 02/03/2015 10:35 WIB
    Chapel Hill Shooting: Dari Rasisme ke Terorisme
    Kasus penembakan terhadap tiga muslim Amerika di Chapel Hill yang menempati urutan ke 7 trending topic dunia, telah menyisakan asa bagi kaum muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini menyusul kejadian penembakan serupa di Paris terhadap wartawan majalah satire Chalrie Hebdo sebagai respon atas penerbitan kartun Nabi Muhammad.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
98%
Kontra
2%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?