detikcom

Service Centre Olympus tidak Profesional

Niyah Cahyawati - suaraPembaca
Rabu, 26/10/2011 10:31 WIB
Jakarta - Saya mempunyai kamera digital Olympus FE-310, saya membelinya di toko kamera FOCUS (PGC Cililitan) pada Juli 2008.

Sebulan yang lalu hasil jepretan kamera saya hitam tidak ada gambarnya, saya pergi ke service centre Olympus di Gunung Sahari. Dengan Alasan kartu garansi bukan milik service centre yang beralamat Gunung sahari, service center menolak untuk memperbaiki kamera saya.

Saya menanyakan apakah kartu garansi saya asli, dan CS bilang asli tapi tidakk bisa dipakai di tempatnya. Perlu diketahui bahwa Service Centre di Mangga dua dan Ratu Plaza sudah ditutup. Dan sekarang hanya ada di Gunung Sahari dan satu-satunya di Indonesia.

Olympus tidak profesional dalam melayani pengaduan dan memberikan pelayanan pada pelanggan yang kameranya bermasalah.


Niyah Cahyawati
Jl Kenanga No 92C Kalisari, Jakarta Timur
niyah.cahyawati@yahoo.co.id
085717563210

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?