detikcom

Service Centre Olympus tidak Profesional

Niyah Cahyawati - suaraPembaca
Rabu, 26/10/2011 10:31 WIB
Jakarta - Saya mempunyai kamera digital Olympus FE-310, saya membelinya di toko kamera FOCUS (PGC Cililitan) pada Juli 2008.

Sebulan yang lalu hasil jepretan kamera saya hitam tidak ada gambarnya, saya pergi ke service centre Olympus di Gunung Sahari. Dengan Alasan kartu garansi bukan milik service centre yang beralamat Gunung sahari, service center menolak untuk memperbaiki kamera saya.

Saya menanyakan apakah kartu garansi saya asli, dan CS bilang asli tapi tidakk bisa dipakai di tempatnya. Perlu diketahui bahwa Service Centre di Mangga dua dan Ratu Plaza sudah ditutup. Dan sekarang hanya ada di Gunung Sahari dan satu-satunya di Indonesia.

Olympus tidak profesional dalam melayani pengaduan dan memberikan pelayanan pada pelanggan yang kameranya bermasalah.


Niyah Cahyawati
Jl Kenanga No 92C Kalisari, Jakarta Timur
niyah.cahyawati@yahoo.co.id
085717563210

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?