detikcom

Mobil PT Kejar di Gerbang Tol PT JLJ

Dina - suaraPembaca
Kamis, 03/11/2011 10:36 WIB
Jakarta - Saya mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan toilet di kantor gerbang tol PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ).

Disaat menggunakan toilet di sana, hampir pasti ada sebuah mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) berbahan bakar Solar yang menyala dengan arah knalpot ke lubang udara toilet. Putri saya yang saat itu berada di toilet sampai muntah-muntah dan sesak nafas.

Saya sudah mengeluhkan hal ini kepada satpam dan memang satpam sudah sering menegur mobil tersebut namun tidak diindahkan. Sopir mobil beralasan bahwa ada anggota Polisi didalam mobil yang mengawal, jadi AC harus tetap menyala.

Dan bukan hanya di lokasi itu mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) parkir dengan membiarkan mesin tetap menyala. Apakah tepat jika demi kenyamanan satu dua orang namun merugikan banyak orang yang lainnya?


Dina
Pondok Indah Boulevard, Jakarta Selatan
dina_aprilianti@yahoo.co.id
0857427664589

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?