detikcom

Mobil PT Kejar di Gerbang Tol PT JLJ

Dina - suaraPembaca
Kamis, 03/11/2011 10:36 WIB
Jakarta - Saya mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan toilet di kantor gerbang tol PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ).

Disaat menggunakan toilet di sana, hampir pasti ada sebuah mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) berbahan bakar Solar yang menyala dengan arah knalpot ke lubang udara toilet. Putri saya yang saat itu berada di toilet sampai muntah-muntah dan sesak nafas.

Saya sudah mengeluhkan hal ini kepada satpam dan memang satpam sudah sering menegur mobil tersebut namun tidak diindahkan. Sopir mobil beralasan bahwa ada anggota Polisi didalam mobil yang mengawal, jadi AC harus tetap menyala.

Dan bukan hanya di lokasi itu mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) parkir dengan membiarkan mesin tetap menyala. Apakah tepat jika demi kenyamanan satu dua orang namun merugikan banyak orang yang lainnya?


Dina
Pondok Indah Boulevard, Jakarta Selatan
dina_aprilianti@yahoo.co.id
0857427664589

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?