detikcom

Mobil PT Kejar di Gerbang Tol PT JLJ

Dina - suaraPembaca
Kamis, 03/11/2011 10:36 WIB
Jakarta - Saya mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan toilet di kantor gerbang tol PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ).

Disaat menggunakan toilet di sana, hampir pasti ada sebuah mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) berbahan bakar Solar yang menyala dengan arah knalpot ke lubang udara toilet. Putri saya yang saat itu berada di toilet sampai muntah-muntah dan sesak nafas.

Saya sudah mengeluhkan hal ini kepada satpam dan memang satpam sudah sering menegur mobil tersebut namun tidak diindahkan. Sopir mobil beralasan bahwa ada anggota Polisi didalam mobil yang mengawal, jadi AC harus tetap menyala.

Dan bukan hanya di lokasi itu mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) parkir dengan membiarkan mesin tetap menyala. Apakah tepat jika demi kenyamanan satu dua orang namun merugikan banyak orang yang lainnya?


Dina
Pondok Indah Boulevard, Jakarta Selatan
dina_aprilianti@yahoo.co.id
0857427664589

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 05/03/2015 10:28 WIB
    Demam Akik dan Semangat Kemerdekaan
    Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya (bahan) batu permata jenis giok di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Tidak tanggung-tanggung berat giok yang ditemukan Usman (45th), seorang petani yang beralih profesi menjadi pencari batu permata ini diperkirakan seberat 20 ton.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?