detikcom

Mobil PT Kejar di Gerbang Tol PT JLJ

Dina - suaraPembaca
Kamis, 03/11/2011 10:36 WIB
Jakarta - Saya mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan toilet di kantor gerbang tol PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ).

Disaat menggunakan toilet di sana, hampir pasti ada sebuah mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) berbahan bakar Solar yang menyala dengan arah knalpot ke lubang udara toilet. Putri saya yang saat itu berada di toilet sampai muntah-muntah dan sesak nafas.

Saya sudah mengeluhkan hal ini kepada satpam dan memang satpam sudah sering menegur mobil tersebut namun tidak diindahkan. Sopir mobil beralasan bahwa ada anggota Polisi didalam mobil yang mengawal, jadi AC harus tetap menyala.

Dan bukan hanya di lokasi itu mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) parkir dengan membiarkan mesin tetap menyala. Apakah tepat jika demi kenyamanan satu dua orang namun merugikan banyak orang yang lainnya?


Dina
Pondok Indah Boulevard, Jakarta Selatan
dina_aprilianti@yahoo.co.id
0857427664589

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?