detikcom

Mobil PT Kejar di Gerbang Tol PT JLJ

Dina - suaraPembaca
Kamis, 03/11/2011 10:36 WIB
Jakarta - Saya mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan toilet di kantor gerbang tol PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ).

Disaat menggunakan toilet di sana, hampir pasti ada sebuah mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) berbahan bakar Solar yang menyala dengan arah knalpot ke lubang udara toilet. Putri saya yang saat itu berada di toilet sampai muntah-muntah dan sesak nafas.

Saya sudah mengeluhkan hal ini kepada satpam dan memang satpam sudah sering menegur mobil tersebut namun tidak diindahkan. Sopir mobil beralasan bahwa ada anggota Polisi didalam mobil yang mengawal, jadi AC harus tetap menyala.

Dan bukan hanya di lokasi itu mobil dari PT Kelola Jasa Artha (Kejar) parkir dengan membiarkan mesin tetap menyala. Apakah tepat jika demi kenyamanan satu dua orang namun merugikan banyak orang yang lainnya?


Dina
Pondok Indah Boulevard, Jakarta Selatan
dina_aprilianti@yahoo.co.id
0857427664589

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?