detikcom

Komplain Telkom tidak Ditanggapi

Juwita - suaraPembaca
Jumat, 23/12/2011 10:29 WIB
Jakarta - Jaringan telepon di rumah saya mengalami gangguan sejak bulan Oktober, saya dan keluarga sudah berulang kali melaporkan hal ini ke 147 bahkan langsung datang ke Plasa Telkom Cibubur mengenai kerusakan tersebut.

Setiap laporan, call center menginformasikan bahwa teknisi akan segera di kirim ke rumah saya max 2x24 jam, dan di janjikan jika memang ternyata masih juga belum selesai, maka abodemen akan di gratiskan, dari pihak Plasaa Telkom Cibubur juga menjanjikan hal yang sama.

Pada tanggal 19 Desember 2011 kakak saya kembali melaporkan hal yang sama ke call center 147, call center officer menyarankan untuk segera membayar tagihan telpon terlebih dahulu.

Apakah memang seperti ini kinerja PT Telkom dalam melayani keluhan pelanggannya? Karena setiap saya melaporkan hal ini, selalu di janjikan penyelesaian 2 x 24 jam, namun tidak pernah teralisasi.


Juwita
Jl. Nurul Yaqin No. 50 DKI Jakarta
juwita.dewi@gmail.com
085697082567

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?