detikcom

WII Shop Bandung, Kapan BlackBerry Saya Selesai Diperbaiki?

Devi Ismanto - suaraPembaca
Kamis, 19/01/2012 11:10 WIB
Bandung - Tanggal 24 Desember saya membeli BlackBerry 8330 Red AHA di Trans Cellular BEC Bandung, namun setelah 5 jam pemakaian pada layar BlackBerry keluar tulisan "error jvm 547".

Petugas Trans Cellular memberitahukan bahwa BlackBerry yang saya beli sudah di luar tanggung jawab toko walaupun di kwitansi pembelian tertera 1x24 jam bila barang bermasalah diganti dengan unit baru. Saya diarahkan untuk ke service center di WII Shop Bandung yang berlokasi di MTC Soekarno Hatta.

Pada tanggal 31 Desember saya ke Wii Shop, diinformasikan bahwa BlackBerry tidak bisa diperbaiki di Bandung dan harus dikirim ke kantor pusat di Jakarta dengan biaya perbaikan sekitar Rp 150-200 ribu karena kalau kerusakan pada software diluar garansi.

Saya tidak keberatan dengan biaya tersebut, dijanjikan BlackBerry akan selesai tanggal 4 atau 5 Januari. Tapi sampai tanggal yang dijanjikan BlackBerry belum selesai diperbaiki.

Dikarenakan dijanjikan bahwa pada tanggal 11 Januari, BlackBerry tersebut pasti akan selesai, saya langsung bergegas WII Shop Bandung untuk mengambilnya. Ternyata itupun hanya janji yang tidak ditepati, dan sampai saat ini BlackBerry saya masih belum diperbaiki.


Devi Ismanto
Jl Surapati No. 153c Bandung
kingdevil666@rocketmail.com
02293772010


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?