detikcom

Hati-Hati SMS Penipuan yang mengatasnamakan PT FIF

PT Federal International Finance - suaraPembaca
Kamis, 16/02/2012 14:02 WIB
Jakarta - Sehubungan dengan beredarnya SMS yang mengatasnamakan PT Federal International Finance dan menginformasikan pembayaran kredit kendaraan ke rekening atas nama pribadi, bersama ini kami sampaikan bahwa:



  1. PT Federal International Finance (FIF) tidak pernah mengirimkan pemberitahuan mengenai petunjuk pembayaran angsuran kredit kendaraan ke nomor rekening atas nama pribadi/perorangan maupun perusahaan, baik melalui SMS atau media lainnya.
  2. Pembayaran resmi angsuran kredit kendaraan yang sah PT Federal International Finance dapat dilakukan melalui seluruh kantor FIF, kantor Pos, ATM & Mobile Banking BCA, ATM PermataBank, ATM & Teller BRI, ATM OCBC NISP dan Alfamart.
  3. Pastikan nomor kontrak yang dimasukkan benar
  4. PT Federal International Finance tidak bertanggung jawab atas pembayaran angsuran kredit kendaraan ke nomor rekening atas nama pribadi/perorangan.
  5. Kami menghimbau kepada konsumen agar memeriksa kembali nomor kontrak dan nilai angsuran sebelum melakukan pembayaran.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.


Manajemen
PT Federal International Finance
08159926236

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?