detikcom

Hati-Hati SMS Penipuan yang mengatasnamakan PT FIF

PT Federal International Finance - suaraPembaca
Kamis, 16/02/2012 14:02 WIB
Jakarta - Sehubungan dengan beredarnya SMS yang mengatasnamakan PT Federal International Finance dan menginformasikan pembayaran kredit kendaraan ke rekening atas nama pribadi, bersama ini kami sampaikan bahwa:



  1. PT Federal International Finance (FIF) tidak pernah mengirimkan pemberitahuan mengenai petunjuk pembayaran angsuran kredit kendaraan ke nomor rekening atas nama pribadi/perorangan maupun perusahaan, baik melalui SMS atau media lainnya.
  2. Pembayaran resmi angsuran kredit kendaraan yang sah PT Federal International Finance dapat dilakukan melalui seluruh kantor FIF, kantor Pos, ATM & Mobile Banking BCA, ATM PermataBank, ATM & Teller BRI, ATM OCBC NISP dan Alfamart.
  3. Pastikan nomor kontrak yang dimasukkan benar
  4. PT Federal International Finance tidak bertanggung jawab atas pembayaran angsuran kredit kendaraan ke nomor rekening atas nama pribadi/perorangan.
  5. Kami menghimbau kepada konsumen agar memeriksa kembali nomor kontrak dan nilai angsuran sebelum melakukan pembayaran.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.


Manajemen
PT Federal International Finance
08159926236

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?