detikcom

Penawaran Menjebak SPG Matrix

Rizchi - suaraPembaca
Selasa, 21/02/2012 10:52 WIB
Tangerang - Sektar satu bulan yang lalu, adik saya didatangi SPG Matrix di pom bensin Puri Indah, dia memberikan kartu Matrix secara cuma-cuma dan apabila tidak digunakan maka tidak terkena biaya.

Karena adik saya tidak mengetahui apa itu kartu Matrix, jadi dia menerima kartu tersebut dengan syarat fotocopy KTP. Setelah sebulan berlalu muncul tagihan dari kartu Matrix tersebut.

Setelah mendengar kronologisnya, saya menelepon call centre Indosat, saya diminta mendatangi gallery Indosat untuk mengembalikan kartu dan tidak harus bayar tagihan.

Namun ketika adik saya yang datang ke galery Indosat, ternyata dia tetap dikenakan untuk membayar tagihan tersebut. Ketika saya dihubungi olehnya, saya katakan untuk membayarnya agar tidak merepotkan.

Saya ingin mengeluhkan tentang tatacara dari SPG Matrix menawarkan produknya yang terkesan menjebak, sehingga untuk seseorang seperti adik saya bisa terjebak oleh tawarannya.


Rizchi
Pondok Kacang Prima blok D1 Tangerang Selatan
rizchi_dossantosleite@yahoo.com
085716440275

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?