detikcom

Penawaran Menjebak SPG Matrix

Rizchi - suaraPembaca
Selasa, 21/02/2012 10:52 WIB
Tangerang - Sektar satu bulan yang lalu, adik saya didatangi SPG Matrix di pom bensin Puri Indah, dia memberikan kartu Matrix secara cuma-cuma dan apabila tidak digunakan maka tidak terkena biaya.

Karena adik saya tidak mengetahui apa itu kartu Matrix, jadi dia menerima kartu tersebut dengan syarat fotocopy KTP. Setelah sebulan berlalu muncul tagihan dari kartu Matrix tersebut.

Setelah mendengar kronologisnya, saya menelepon call centre Indosat, saya diminta mendatangi gallery Indosat untuk mengembalikan kartu dan tidak harus bayar tagihan.

Namun ketika adik saya yang datang ke galery Indosat, ternyata dia tetap dikenakan untuk membayar tagihan tersebut. Ketika saya dihubungi olehnya, saya katakan untuk membayarnya agar tidak merepotkan.

Saya ingin mengeluhkan tentang tatacara dari SPG Matrix menawarkan produknya yang terkesan menjebak, sehingga untuk seseorang seperti adik saya bisa terjebak oleh tawarannya.


Rizchi
Pondok Kacang Prima blok D1 Tangerang Selatan
rizchi_dossantosleite@yahoo.com
085716440275

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?