detikcom

Keluhan Proses Reward Points Standard Chartered

Lie Heng - suaraPembaca
Jumat, 09/03/2012 13:25 WIB
Jakarta - Saya melakukan redeem atas points credit card platinum Standard Chartered pada tanggal 20 Desember 2011, namun sampai hari ini tidak realisasi dari order yang saya submitted.

Saya melakukan dua kali follow up, yang pertama dengan alasan bahwa order sedang di proses oleh vendor waktu saya follow up sekitar awal Februari 2011.

Yang kedua pada tanggal 7 Maret 2012, ternyata masih on process dengan alasan belum di verifikasi data perpindahan alamat yang saya lakukan di akhir bulan Februari.

Customer service memberitahukan bahwa saya akan di verifikasi kembali untuk perubahan alamat dengan menghubungi alamat maupun nomor telpon saya yang lama, padahal saya sudah memberi informasi mengenai nomor baru dan alamat baru.

Jika pihak Standard Chartered melakukan sesuai SOP Reward points yang tertera di proses order, maka seharusnya reward order sudah saya terima paling lambat tanggal 20-25 januari 2011.

Menurut saya redeem points reward seperti ini bukan lah reward, melainkan plain Pain yang harus di urus. Reward adalah untuk kemudahan customer agar happy.


Lie Heng
Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara
heng.lie@gmail.com
087878716777

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?