detikcom

Kartu Kredit CIMB Niaga Ditutup, Tagihan Masih Dikirim

Heriyanto Liu - suaraPembaca
Senin, 12/03/2012 08:35 WIB
Jakarta - Bermula dari pengajuan kartu kredit Niaga saya untuk di-upgrade ke Platinum karena saya ingin menikmati service Airport Lounge dan promo buy 1 get 1 free di Blitz Megaplex.

Saya mendapat telepon dari Niaga bahwa limit saya telah di-upgrade menjadi Rp 10 juta dan jenis kartu yang saya dapat hanya jenis Gold. Karena tidak puas dengan pemberian tersebut, saya memutuskan untuk menutup kartu tersebut yang dikonfirmasi Divisi Penutupan Kartu pada tanggal 25 Juli 2011.

Masalah datang setelah saya mendapatkan email dari Niaga berisi billing tagihan dari Fitness First sebesar Rp. 100.000 (tanggal transaksi 26/09/11) pada tanggal 29 Oktober 2011, padahal kartu kredit sudah ditutup.

Setelah saya konfirmasi ke CIMB Niaga, saya diminta untuk membuat surat keterangan sanggahan ke bagian Fraud Management Department pada tanggal 15 November 2011. Saya diinformasikan proses ini dibutuhkan 45 hari kerja.

Saya kembali menghubungi call center Niaga untuk menanyakan kelanjutan dari proses ini pada tanggal 10 Januari 2012. Saya diinformasikan kalau komplain saya masih dalam proses.

Proses yang terlalu lama menyebabkan tagihan saya membengkak, karena saya selalu dibebankan late charges sebesar Rp. 60.000 dan bunga.

Tagihan terakhir yang saya terima tanggal 1 Maret 2012 sebesar Rp.296.433 ditambah late payment Rp. 60.000 dan miscelonous charges Rp. 40.000 serta interest Rp.3.358. Jadi total semua tagihan di bulan Maret menjadi Rp. 399.791.

Saya merasa sangat dikecewakan oleh pelayanan CIMB Niaga yang tidak professional. Mohon agar Bank CIMB Niaga dapat menyelesaikan maslah ini secepatnya.


Heriyanto Liu
Jl. KH. Syahdan Gg. Keluarga No. 39D Jakarta Barat
heriyanto.liu@yahoo.com
081806169988

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?