detikcom

Penjelasan BRI tentang ATM Bapak Faisal yang Tertelan

Muhammad Ali - suaraPembaca
Kamis, 15/03/2012 12:19 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan Bapak Faisal Amin. pada tanggal 6 Maret 2012 mengenai "Kartu ATM Mandiri Tertelan Mesin ATM BRI" perkenankan kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami.

Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, dapat kami sampaikan bahwa sesuai dengan kesepakatan antar Bank, kartu ATM yang tertelan tersebut harus di hancurkan dan nasabah yang bersangkutan segera melapor kepada Bank penerbit kartu agar kartu tersebut di blokir. Dan biaya transaksi tarik tunai melalui ATM BRI adalah Rp 3.900 bukan Rp 7.500.

Apabila terdapat pertanyaan ataupun saran yang ingin disampaikan, anda dapat menghubungi Customer Service kami yang akan selalu membantu, melalui layanan 24 jam CallBRI 14017 / 500017 / 021-57987400.

Sebagai Bank yang terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap para nasabahnya, BRI senantiasa menampung dan merespon keluhan nasabah, demi tercapainya pelayanan yang prima dan konsisten.


Muhammad Ali
Corporate Secretary
PT.BRI (Persero) Tbk


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Setujukah Anda dengan pemblokiran situs-situs online yang dinilai BNPT radikal?