detikcom

Collection ANZ tidak Professional

Ade Suryaningrum - suaraPembaca
Selasa, 10/04/2012 10:04 WIB
Jakarta - Saya adalah nasabah Kredit Tanpa Agunan ANZ sejak Desember 2009 yang selalu membayar cicilan sebelum jatuh tempo setiap tanggal 23, dan masih menyimpan semua bukti pembayarannya.

Bulan Januari 2012, saya menerima telepon ANZ dari No. 021 29220300, dari bagian collection yang bermaksud menagih cicilan KTA dari bulan November 2011 s.d. Januari 2012 beserta dendanya sebesar Rp.100,000 untuk setiap bulan keterlambatan.

Saya jelaskan bahwa saya sudah membayarnya, namun petugas menjelaskan bahwa di sistem ANZ tagihan saya masih ada. Saya minta surat tagihan tersebut dikirimkan ke alamat rumah saya. Namun dia menolak dan meminta saya untuk datang ke kantor ANZ untuk melunasi tagihan saya.

Belakangan ini saya menerima telepon dari ANZ, menagih cicilan KTA untuk bulan Maret 2012. Ini adalah cicilan saya ke 27 dari 36 cicilan. Saya sudah jelaskan dengan sangat detail bahwa saya sudah melakukan pembayaran tanggal 13 Maret 2012 via ATM BCA Botani Square 2 Bogor pada pkl. 16:59.

Namun hampir setiap hari saya mendapat telepon dari ANZ dengan pertanyaan yang sama dari orang yang berbeda. Masih tersimpan di call history mobile phone.

Tanggal 5 April 2012, saya dihubungi pihak ANZ yang menjelaskan bahwa pembayaran sudah diterima tanggal 29 Maret 2012. Saya jelaskan bahwa saya tidak terlambat bayar dan saya tidak bersedia membayar denda keterlambatan bila timbul denda.

Saya sangat kecewa dengan sistem yang berjalan di ANZ, sangat tidak profesional dan jelas-jelas hal ini sangat merugikan saya.


Ade Suryaningrum
Jl Asri, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur
ade_suryaningrum@yahoo.com
08561859203

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Rabu, 20/05/2015 07:19 WIB
    Penggiat Buku untuk Kebangkitan Nasional
    Arah perjalanan awal kebangkitan nasional dipelopori Van Ophuijsen atau dikenal Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Soetomo dan digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%
Poling Index »

Puaskah Anda terhadap kinerja DPR sekarang?