detikcom

Proses Penutupan Rekening Bank Danamon

Donny Sowita - suaraPembaca
Selasa, 10/04/2012 10:37 WIB
Jakarta - Tanggal 23 Desember 2011 saya datang ke kantor cabang Bank Danamon PIM 2 untuk menutup rekening tabungan saya, namun sampai dengan awal Maret 2012 Laporan Bulanan masih dikirim dengan Penalti.

Padahal Kartu Debit sudah saya potong dan kembalikan ke Bank Danamon Pondok Indah MAll 2 dan diterima oleh customer service.

Saya menghubungi call center tanggal 5 Maret 2012 dengan tujuan untuk menegaskan kembali bahwa rekening seharusnya sudah ditutup, mohon untuk tidak mengiriman Laporan bulanan.

Sampai awal April 2012 saya masih menerima kiriman Laporan Bulanan yang berarti rekening belum ditutup. Apakah Bank Danamon tidak menyediakan layanan penutupan rekening?

Nasabah dikenakan "Penalty" Rp 10.000 setiap bulan secara sepihak untuk rekening yang seharusnya sudah ditutup.

Mohon kepada yang berwenang di Bank Danamon untuk menindaklanjuti proses penutupan rekening saya. Terima kasih.


Donny Sowita
Jl Bintaro Jaya Sektor 4 Tangerang
dsowita@yahoo.com
0816870708

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?