detikcom

Tagihan Fiktif Kartu Kredit Mandiri

M. Samsul Bahri - suaraPembaca
Selasa, 24/04/2012 12:15 WIB
Jakarta - Saya pemegang kartu kredit Mandiri jenis Titanium dan tidak pernah saya gunakan sama sekali. Tapi hingga bulan ini, saya mendapatkan saldo saya sekitar Rp 600-Rp 700 ribuan.

Pada bulan Mei 2011, sales Bank Mandiri memaksa saya membuat kartu kredit Mandiri. Karena merasa terganggu aktifitas saya dan keluarga, saya terpaksa menyetujui dengan asumsi saya bisa saja tidak aktifkan jika kartu sudah jadi.

Bulan Juni 2011 saya dihubungi pihak bank untuk mengingatkan aktivasi kartu dengan janji tidak akan ada biaya administrasi bulanan selama tidak digunakan.

Akhirnya saya lupa apakah saya setuju mengaktifkan ataukah aktif otomatis, tetapi ternyata saya sudah dikenakan biaya administrasi bulanan Rp 75 ribu yang akhirnya terus terakumulasi setiap bulan berikut dendanya.

Hingga saat saya menulis surat ini total tagihan atas kartu kredit saya sekitar Rp 600-Rp 700 ribu. Padahal saya tidak pernah menggunakan sama sekali. Kira-kira bulan Februari 2012, saya mendapat surat peringatan untuk di blacklist.

Sampai saat ini saya terus dapat surat tagihan atas kartu yang tidak pernah saya gunakan. Saya merasa dijebak dan dirugikan. Belum lagi ancaman blacklist yang saya terima.


M. Samsul Bahri
Perum Bojong Depok Baru2, Bogor
Msamsulbahri@Gmail.com
08119109610


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?