detikcom

ANZ tidak Bertanggung Jawab?

Steve - suaraPembaca
Senin, 30/04/2012 11:05 WIB
Jakarta - Pada bulan Januari 2012 saya melakukan transaksi di Golds Gym yang merupakan merchant ANZ dengan nilai Rp 13 Juta. Adapun saya melakukan transaksi ini karena adanya promo cicilan nol persen selama 12 bulan.

Awalnya saya tidak pernah terlalu memperhatikan billing namun pada tagihan bulan Februari transaksi saya ditagih full oleh ANZ tanpa cicilan.

Awalnya saya pikir mungkin hanya kesalahan system dan saya mengerti bahwa akan direfund di bulan berikutnya, sehingga saya tetap melakukan pembayaran seperti biasa.

Pada tagihan bulan Maret, transaksi saya sudah dikonversi ke cicilan nol persen, tetapi bunga yang telah dikenakan tidak direfund oleh ANZ.

Call center ANZ hanya meminta ma'af dan tidak bertanggung jawab atas maslah tersebut. Saya sudah mencoba ke kantor cabang, dikatakan bahwa untuk urusan kartu kredit hanya dapat diselesaikan melalui call center.

Harus kemana lagi saya mengadukan permasalahan yang sedang saya hadapi?


Steve
Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan
steve_1809@yahoo.com
0811436464

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?