detikcom

PT. Prisma Inti Semesta tidak Menepati Janji

Irwan Gunawan - suaraPembaca
Rabu, 09/05/2012 13:55 WIB
Pandeglang - Dua tahun yang lalu saya tertarik dengan promo sebuah perumahan di daerah Cikande dari developer PT. Prisma Inti Semesta dengan nama perumahan Puri Teratai.

Dalam promo itu disebutkan bahwa seluruh perbatasan rumah diberi pagar, adanya jasa security, sekolah, gedung aula pertemuan, masjid, taman, jalan mulus dan berbagai macam pohon buah-buahan.

Namun setelah berjalan sampai sekarang, janji fasilitas tersebut hanyalah iklan belaka, pagar untuk pembatas perumahan sebagian belum dibuatkan, jasa security pun mungkin pihak developer sudah tidak ingat lagi dengan janjinya.

Akibatnya keamanan dan kenyamanan sudah tidak terasa dikarenakan banyaknya pemulung yang dengan leluasa memasuki kompleks perumahan, begitu juga dengan pencurian.

Sekolah yang akan dibangun sampai sekarang tidak terealisasi, begitu juga dengan gedung aula pertemuan. Masjid yang dibuat hanyalah sebuah mushola kecil dan minim fasilitas seperti tidak adanya kamar mandi dan closet. Jalan mulus dan Area jogging track di kompleks perumahan hanyalah janji manis.

Harapan kami sebagai konsumen, janganlah developer mengejar keuntungan semata membangun rumah dan rumah lagi dan tidak menepati janji yang telah ditawarkan kepada konsumen.


Irwan Gunawan
Kampung Pasar Sabut, Pandeglang
irwangunawan396@yahoo.co.id
081385160478

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Belum Dievaluasi, Kurikulum 2013 Disetop Sementara

Mendikbud Anies Baswedan memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan Kurikulum 2013. Alasannya, Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia padahal belum dievaluasi kesiapannya. Bila Anda setuju dengan keputusan Mendikbud Anies Baswedan, pilih Pro!
Pro
55%
Kontra
45%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?