detikcom

JNE Jakarta Antara Janji dan Tindakan

Kurdi - suaraPembaca
Senin, 21/05/2012 10:58 WIB
Jakarta - (Untuk saat ini JNE telah menanggapi keluhan bapak Kurdi)

Tanggal 7 Mei 2012, teman saya mengirimkan paket dari Kediri ke Jakarta, esok harinya saya cek di web JNE, status paket telah sampai di Jakarta.

Saya menghubungi customer service JNE pada tanggal 11 Mei, dijanjikan paket akan dikirimkan esok harinya, namun paket belum juga diantar.

Sampai tanggal 14 Mei paket juga belum diantar dan saya mencoba konfirmasi kembali, saya dijanjikan akan dihubungi tanpa ada kepastian kapan paket akan dikirim.

Pemberian pelayanan dan kepastian informasi yang merupakan bagian dari Jasa JNE seharusnya disertai dengan tindakan yang tepat sehingga tidak hanya janji tanpa tindakan yang menyebabkan kecewanya pelangan setia JNE.


Kurdi
Jl Banyuwangi, Menteng-Jakarta Pusat
kurdi_1976@yahoo.com
08126989785


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?