detikcom

Mohon Perhatian PT. TAM

Setiono Raharjo - suaraPembaca
Senin, 28/05/2012 16:18 WIB
Yogyakarta - Pada tanggal 31 Desember 2011, saya membeli BlackBerry 9860 Monza Black dengan memilih Layanan Purna Jual dari PT. TAM.

Tanggal 16 Mei 2012, conektor charger BlackBerry mengalami masalah dan segera saya bawa ke PT. TAM cabang Yogyakarta. Dijanjikan akan dilakukan pengecekan selama 3 hari, apabila tidak dapat diservis akan diganti dengan unit baru.

Semua perlengkapan termasuk kwitansi diminta diserahkan ke PT.TAM Yogyakarta, diganti dengan Surat Repair Order No. RO/MBX05/12/05/000454.

Pada tanggal 21 Mei 2012 saya datang lagi ke PT.TAM Yogyakarta, ternyata BlackBerry saya sudah dikirim ke Jakarta dan perlu waktu lebih kurang satu bulan pemeriksaan.

Bersama surat ini, saya mohon bantuan PT. TAM Jakarta, untuk dapat mengusahakan penyelesaian perbaikan atau penggantian, mengingat BlackBerry tersebut saya gunakan untuk bekerja, mencari nafkah keluarga.

Atas perhatian dan bantuannya, saya ucapkan terima kasih, saya menunggu respon dan informasi dari manajemen PT. TAM pusat Jakarta.


Setiono Raharjo
Jl Sagan Kidul, Yogyakarta
setijoe@yahoo.com
081310006432

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?