detikcom

Keluhan Penutupan Kartu Kredit BII

Tjhiu Thauw - suaraPembaca
Rabu, 30/05/2012 13:19 WIB
Jakarta - (BII telah memberikan tanggapannya kepada Ibu Tjhiu, dan beliau dapat menerima penjelasan tersebut)

Saya baru mengetahui bahwa saya mempunyai tunggakan di BII setelah 5 tahun penutupan. Awalnya saya menutup kartu kredit BII dengan cara menghubungi call center BII.

Saat itu saya keberatan dengan adanya annual fee, karena pada waktu pembuatan kartu kredit saya diinformasikan tentang free annual fee, namun pada kenyataannya tidak seperti itu.

Call Center menawarkan free annual fee tahun pada berikutnya, tapi saya menolaknya dan diinformasikan bahwa saya cukup membayar sisa tagihannya tidak termasuk annual fee yang sudah ditagihkan itu.

Saya sudah membayarkan tagihan tersebut, setelah itu saya menelepon call centernya untuk konfirmasi pembayaran saya dan saya mendapatkan konfirmasi penutupannya dari call center.

Satu bulan kemudian saya mendapatkan tagihan lagi dari BII untuk annual fee dan bunganya dan call center yang saya hubungi mengulang proses penutupan kartu kredit saya. Kemudian beliau mengkonfirmasikan penutupannya lagi. Kejadian ini berulang selama 5 bulan berturut-turut.

Di bulan ke 6, saya sudah tidak mendapatkan kiriman tagihannya dan saya berpikir kasus saya sudah selesai dan kartu kreditnya sudah ditutup.

Saat ini saya sedang mengajukan KPR, dimana saya baru mendapatkan informasi bahwa saya mempunyai tunggakan di bank BII. Dan sesuai informasi dari BII Collection memang benar disistem tercatat bahwa saya masih mempunyai tunggakan dan saya harus melunasinya.

Mohon tanggapan dari BII atas jkasus yang menimpa saya, mengapa kartu kredit yang menurut call center BII sudah resmi ditutup masih menyisakan tagihan?


Tjhiu Thauw
Citra 5 Blok A 4 Jakarta Barat
athauw@yahoo.com
021-25518100


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
55%
Kontra
45%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?