detikcom

sepatu-online.com Belum Mengirimkan Pesanan

Muhammad Alfhi Risyandi - suaraPembaca
Selasa, 05/06/2012 11:20 WIB
Hulu Sungai Selatan - Sejak sejak tanggal 25 Mei sepatu yang saya pesan dari toko online sepatu-online.com belum datang, padahal katanya paling lama lima hari.

Saya sudah melayangkan komplain ke pihak sepatu-online.com akan tetapi tidak ada tanggapan dan terlihat membiarkan saja. Saya juga berusaha menghubungi JNE yang digunakan untuk jasa pengirimannya. Namun sampai saya menghabiskan cukup banyak pulsa, JNE belum berhasil dihubungi.

Kemana lagi saya menyampaikan komplain, saya juga tidak tahu ini kesalahan JNE ataukah sepatu-online.com.


Muhammad Alfhi Risyandi
Jl H. Zaferi Zam-Zam, Kandangan
malvinmaurer@yahoo.com
085754200372

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Jumat, 17/05/2013 08:56 WIB
      KBT, Benahilah Sebelum Terlambat
      "Carilah ilmu sampai ke negeri China" demikian pesan Nabi. Hemat saya, Hadis Nabi itu sarat makna filosofis yang amat mendalam. Sedemikian pentingnya belajar ilmu tentang kebaikan sehingga jarak dan waktu tidak menjadi soal.
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?