detikcom

Pelayanan Mengecewakan Asuransi Raksa

Anny Alfianti - suaraPembaca
Rabu, 13/06/2012 12:40 WIB
Bekasi - (Asuransi Raksa telah mengklarifikasi permasalhan yang disampaikan oleh Ibu Anny)

Saya pemilik mobil Honda Jazz Hitam mengajukan klaim kerusakan berat pada bumper depan pada Asuransi Raksa, mobil masuk ke bengkel Autoland Kelapa Gading pada 20 April 2012, namun sampai saat ini belum selesai.

Hal ini dikarenakan, pihak Asuransi Raksa beberapa kali mengirimkan bumper yang tidak sesuai untuk dapat dipasang pada mobil. Padahal dari pihak bengkel memiliki bumper dengan spesifikasi yang sesuai dengan mobil saya, namun pihak Asuransi Raksa tidak mau mengambil karena harga tidak sesuai.

Hal ini memberikan kesan bahwa pihak Asuransi ingin harga murah dengan mengesampingkan pelayanan kepada pemilik mobil, sehingga mobil masih di bengkel hampir dua bulan.

Apakah itu yang disebut profesionalitas pihak Asuransi Raksa, sehingga tidak dapat menyediakan persis bumper yang diperlukan? Saya sudah merasa dirugikan karena tidak dapat menggunakan mobil untuk menunjang aktifitas pekerjaan saya maupun keperluan lain selama hampir 2 bulan.


Anny Alfianti
rehobot_comm@yahoo.co.id
021- 33571980


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 26/05/2015 10:37 WIB
    Pengungsi Rohingya Usik Naluri Kemanusiaan Kita
    Pagi hari Selasa, 19 Mei 2015, saya terkesima menyimak sekilas berita salah satu radio nasional tentang nasib ratusan pengungsi Rohingya yang "terdampar" di pantai Timur Pulau Sumatera.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%
Poling Index »

Puaskah Anda terhadap kinerja DPR sekarang?