detikcom

Transaksi Misterius Kartu Kredit Bank Permata

Theresia Widyastuti - suaraPembaca
Rabu, 13/06/2012 14:30 WIB
Bekasi - Pada bulan September 2011 saya mengaktifkan kartu tambahan kartu Kredit Permata sebagai pengganti kartu Kredit GE.

Bulan berikutnya saya mendapatkan tagihan, yaitu transaksi Rp 4 juta pada tanggal 19 September 2011 dan Rp 1 juta pada tanggal 30 September 2011 di Solo atas nama kartu kredit tambahan untuk ibu saya.

Padahal beliau tidak pernah melakukan transaksi tersebut dan kartu kredit GE nya masih tersimpan di dalam dompetnya. Sedangkan kartu kredit Permata (kartu pengganti) masih saya simpan rapi di amplop di Bekasi.

Saya telah membuat surat penyanggahan transaksi, tetapi tagihan masih dibebankan kepada saya, hampir setiap hari saya ditagih.

Tanggal 27 April 2012 saya menerima hasil investigasi setelah sebelumnya melaporkannya ke Kantor Bank Permata di Gedung BRI, dan ternyata tandatangan pada struk pembelanjaan kedua transaksi tersebut berbeda dengan tanda tangan pemilik kartu tambahan.

Pada saat konfirmasi pada tanggal 29 Mei 2012 disebutkan bahwa transaksi tersebut menggunakan kartu asli. Tapi tidak bisa dibuktikan transaksi tersebut menggunakan kartu GE atau kartu Permata karena kedua kartu tersebut bernomor sama.

Dan pihak bank Permata menyetujui bahwa tanda tangan di struk berbeda dengan tanda tangan pemilik kartu kredit asli, dengan kata lain Bank Permata menyetujui transaksi kartu kredit digunakan oleh orang lain atau siapa saja bahkan orang jahat selain pemilik kartu kredit.

Dengan ini saya meminta kepada Bank Permata untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.


Theresia Widyastuti R
Villa Galaxi Jl. Lotus Tengah 2 Bekasi
theresia_nuning@yahoo.com
081381547288

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?