detikcom

Perbedaan Informasi Antara Call Center dan Sales www.bhinneka.com

Dimas Tunggul W - suaraPembaca
Senin, 18/06/2012 15:23 WIB
Jakarta - Pada tanggal 9 Juni 2012, saya membeli sebuah printer dan wireless router melalui www.bhinneka.com. Setelah melakukan pembayaran, saya menggunakan feature Order-Tracking di situs bhinneka saya mencoba mengecek status pesanan tersebut.

Saat itu saya mendapati status pengiriman adalah tidak dapat dipastikan, dan karena transaksi dilakukan pada hari libur maka saya berpikir mungkin transaksi akan diproses pada hari Senin 11 Juni 2012.

Hari Senin saya mencoba mengecek kembali, namun status pengiriman barang masih belum berubah. Informasi dari call center yang saya hubungi menyebutkan bahwa barang yang saya beli sedang tidak ready-stock, dan dijanjikan maksimal akan dikirim hari Selasa 12 Juni 2012.

Untuk memastikan, saya mengirimkan email ke tim sales bhinneka.com, dan ternyata informasi dari tim sales bhinneka.com mengatakan bahwa barang harus Purchase Order terlebih dahulu dan memakan waktu 2-3 hari diluar waktu pengiriman.

Mengetahui hal tersebut saya pun mengajukan refund, namun tidak ada response dari bhinneka.com. Hingga tulisan ini dibuat, saya masih belum menerima pesanan saya tersebut dan hal ini membuat saya sebagai customer merasa sangat dirugikan.


Dimas Tunggul W
Jl Haji Montong, Jakarta Selatan
dimastunggulw@gmail.com
085659311032

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?