detikcom

Penjelasan Telkomvision Tentang Sistem Pembayaran

Ferry Novian - suaraPembaca
Selasa, 26/06/2012 09:33 WIB
Jakarta - Menanggapi surat keluhan dari Pelanggan TelkomVision yang berjudul "Sulitnya Membayar Tagihan TelkomVision" pada Detik.com hari Kamis, 14 Juni 2012 yang di tulis oleh Bpk. Ahmad Habibi kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang Bpk Ahmad Habibi alami.

Sebagai tindak lanjut dari permasalahan yang dialami oleh Bpk. Ahmad Habibi, pihak TelkomVision sudah membantu mengarahkan untuk proses pembayaran tagihan Bpk. Ahmad Habibi. Kini permasalahan Bpk. Ahmad Habibi telah terselesaikan dengan baik dan tayangan sudah dapat dinikmati kembali.

TelkomVision terus berupaya meningkatkan layanan bagi pelanggannya untuk menindaklanjuti setiap keluhan pelanggan melalui layanan customer service Telkom 147 atau email ke care@telkomvision.com.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan dan kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan Bpk. Ahmad Habibi yang telah menjadi pelanggan setia TelkomVision.


Ferry Novian
Manager Contact Center
Plaza TelkomVision
Jl. Dr. Supomo No. 139 Jakarta 12810

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?