detikcom

Pengajuan Keluhan ke PT Telkom Melelahkan

Melati Cahyaningrum - suaraPembaca
Selasa, 03/07/2012 11:36 WIB
Jakarta - (PT Telkom telah menanggapi permasalahan yang diajukan oleh Ibu Melati)

Saya mengajukan pemisahan rekening pembayaran antara rekening Speedy dan TV kabel (Telkomvision) pada tanggal 16 Mei 2012 di Plasa Telkom Mampang dan dilayani oleh customer service.

Dipastikan bahwa untuk pembayaran pada bulan berikutnya sudah dipisah, namun pada saat saya pengcekan rekening melalu online ternyata masih terlihat adanya penggabungan.

Sebelum saya melakukan pembayaran saya menanyakan perihal tersebut kepada 147, namun saya terkesan di 'pingpong' dari operator Speedy ke operator Telkomvision.

Pada sistem Telkomvision dinyatakan sudah ada pemisahan tetapi anehnya saya dioper kembali ke operator Speedy, saya harus menjelaskan dari awal kembali kapan, dimana tanggal berapa di Plaza Telkom, benar benar sangat melelahkan hanya demi mengharapkan informasi mengapa billing nya masih tergabung.

Pada tanggal 1 Juli saya hendak menonton layanan Telkomvision dan ternyata semua siaran channel terblokir. Saya kembali mengubungi kembali 147, dinyatakan bahwa belum ada pembayaran pada sistem Telkomvision. Padahal saya sudah melakukan pembayaran sesuai billing yang tertera dan saya diharuskan menunggu 2x24 jam.

Pada tanggal 2 Juli saya kembali menghubungi 147 kembali dan seperti sebelumnya saya mendapatkan jawaban sedang dalam proses.


Melati Cahyaningrum
Jl Menteng Pulo, Jakarta Selatan
mella.cahya@gmail.com
08158152044


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Rabu, 20/05/2015 07:19 WIB
    Penggiat Buku untuk Kebangkitan Nasional
    Arah perjalanan awal kebangkitan nasional dipelopori Van Ophuijsen atau dikenal Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Soetomo dan digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%
Poling Index »

Puaskah Anda terhadap kinerja DPR sekarang?