detikcom

Kiriman JNE Rusak, Belum Ada Penyelesaian

Cakka - suaraPembaca
Rabu, 04/07/2012 11:29 WIB
Jakarta - (JNE telah mengklarifikasi permasalahan yang terjadi, persoalan telah dianggap selesai)

Pada tanggal 4 Mei 2012 saya mengirimkan paket Tungku Aroma Terapi kepada salah satu pelanggan saya, isi kiriman berupa pajangan keramik.

Dari yang tertera melalui tracking pada situs JNE paket tersebut rusak dalam proses pengiriman, sehingga saat diterima oleh pelanggan saya kondisinya sudah hancur.

Pada saat diterima sudah terlihat adanya kerusakan pada kemasan paket barang yang saya kirimkan. Melihat keganjilan ini pelanggan saya sengaja membuka isi paket di depan kurir JNE yang mengirimkan paket sebagai kesaksian dan bukti jika isi paket mengalami kerusakan.

Tanggal 10 Mei 2012, saya menyampaikan keluhan perihal masalah ini kepada salah satu agen JNE di Ancol, saya disarankan untuk membuat surat keluhan yang disampaikan kepada pihak JNE pusat. Esok harinya surat keluhan saya berikan melalui agen tersebut.


Tanggal 15 Mei 2012, ketika saya mengirimkan paket kembali via JNE diberitahukan kepada saya agar memberikan fotokopi KTP dan fotokopi resi JNE sebagai permintaan dari JNE pusat dan sudah saya serahkan esok harinya.

Tanggal 15 Juni 2012, customer service JNE menghubungi saya dan menyampaikan bahwa keluhan tidak dapat diterima karena masalah ini sudah terlalu lama.

Padahal keluhan sudah disampaikan sejak tanggal 10 Mei namun dikatakan keluhan baru diterima. Setelah menerima penjelasan dan pernyataan dari saya bahwa keluhan sudah disampaikan dari bulan lalu dan baru kali ini ada jawaban barulah pihak JNE menyampaikan akan mencoba mengecek kembali keluhan saya.

Hingga saat ini saya belum mendapatkan jawaban tanggapan dari pihak JNE atas masalah ini. Saya sudah menyertakan 2 nomor yang bisa dihubungi di surat keluhan saya. Jika memang satunya tidak bisa dihubungi, itu karena digunakan sebagai sms gateway.


Cakka
Komp. Lodan Center, Jakarta Utara
cakka@sentrabelanja.com
081380070763


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?